Memprihatinkan, Begini Kondisi Patung Obor di Pakembaran Slawi, Cat Pudar dan Terkesan Tak Terurus
Sejumlah fasilitas fisik seperti pot besar kota, tugu gapura batas kota, hingga ikon patung obor di Kota Slawi tampak terbengkalai tidak terawat.
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sejumlah titik pantau di jantung ibu kota Kabupaten Tegal yakni Kota Slawi dipersoalkan jelang penilaian Adipura tahap 1 yang akan dilaksanakan pada September 2019 mendatang.
Dari pantauan Tribunjateng.com, sejumlah fasilitas fisik seperti pot besar kota, tugu gapura batas kota, hingga ikon patung obor di Kota Slawi tampak terbengkalai tidak terawat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal, Agus Subagyo bahkan tak menampik pemandangan Kota Slawi akhir-akhir ini cukup memprihatinkan jelang penilaian Adipura.
"Kami sempat berharap di momen HUT ke-74 RI ada upaya dari dinas terkait untuk melakukan perbaikan di lokasi titik tersebut."
"Padahal, sejumlah fasilitas fisik yang terbengkalai itu akan masuk poin penilaian Adipura," jelas Agus kepada Tribunjateng.com, Kamis (22/8/2019).
Dari semua titik pantau, paling prihatin kondisi Patung Obor yang berlokasi di bundaran Perempatan Kelurahan Pakembaran, Slawi.
Pasalnya, warna pada patung obor tersebut sudah memudar.
Lerlebih pagar yang mengelilingi patung tersebut tampak tidak terurus.
Jika hal ini tidak segera ditindaklanjuti, Agus khawatir akan berpengaruh buruk pada penilaian Adipura tahap 1.
"Semoga ada tindakan cepat dari dinas terkait. Sebab, kalau soal benah-membenah bukan wewenang DLH," cetusnya.
Selain itu, DLH juga memantau sejumlah tugu gapura batas kota di empat lokasi.
Antara lain di Utara Hotel Grand Dian Procot, Lebaksiu, Curug Pangkah, dan Kabunan Dukuhwaru.
"Warna di empat lokasi tugu batas kota juga sudah mulai memudar. Padahal, itu juga masuk dalam poin penilaian keindahan kota," beber Agus. (Akhtur Gumilang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/patung-obor-kabupaten-tegal.jpg)