‎Pramuka di Kalangan Kaum Milenial

Pada 2019 ini, Pramuka merayakan hari jadinya yang ke 58. Kemeriahan Hari Pramuka yang jatuh pada tanggal 14 Agustus tersebut juga nampak

Penulis: raka f pujangga | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/M Syofri Kurniawan
ATRAKSI SEMAFOR - Anggota Pramuka dari SMP 21 Semarang menampilkan atraksi semafor dalam upacara peringatan Hari Pramuka di Bumi Perkemahan Harda Walika, Jatirejo, Gunungpati, Kota Semarang, Kamis (15/8). 

Pramuka biasa diajarkan di sekolah mulai SD.

Diharapkan kegiatan ini mendorong anak-anak untuk lebih mengenal lingkungan dan mandiri.

Saat remaja, tak semua anak menyukai kegiatan pramuka ini meski aktivitas ini memiliki beragam kelebihan.

TRIBUNJATENG.COM -- Pada 2019 ini, Pramuka merayakan hari jadinya yang ke 58. Kemeriahan Hari Pramuka yang jatuh pada tanggal 14 Agustus tersebut juga nampak di Kota Semarang.

Di tengah modernisasi, masih banyak anak-anak muda yang terlibat aktif dalam kegiatan kepramukaan.

Satu di antaranya Muhammad Fadil (22), mahasiswa Universitas Stikubank Semarang tersebut sudah bergabung dalam pramuka sejak masih duduk di sekolah dasar.

Sampai sekarang, dia masih aktif dalam kegiatan pramuka untuk melatihnya sebelum masuk ke dunia kerja.

"‎‎Kegiatan seperti belajar di lapangan itu penting, karena dunia kerja juga di lapangan yang menuntut kita ke sana kemari. Jadi biar saya terlatih," ujarnya.

Prinsipnya, selama masih ada hasduk di leher, maka dia ingin terus mengabdi sebagai anggota pramuka di Kota Semarang.

Saat ini dia menjadi ‎anggota Dewan Kerja Cabang (DKC) bidang giat dan merangkap komandan unit protokol. Dia bertugas untuk menyusun tahapan upacara seperti yang digelar di Lapangan Jatirejo pada tanggal 15 Agustus 2019 kemarin.

"‎Saya suka mendapatkan tanggungjawab. Apalagi kalau tugas yang diberikan itu berhasil dengan sukses," jelas dia.

Saat ini, dia juga bergabung dalam Saka Bhayangkara dan bisa banyak belajar mengenai rambu-rambu serta praktek senam lantas.

"Dari sana saya banyak belajar materi di luar kepramukaan, kode-kode kepolisian dan sebagainya," jelas pria yang pernah menjadi pendamping Jambore se-Jateng itu

Ketertarikan pada Saka Bhayangkara juga dirasakan Dea Puspa Jolie (16) dan Ridho Aziz Nugroho (16)‎ yang akan mengikuti Lomba Krida.

Siswa SMKN 4 Semarang tersebut menyukai Saka Bhayangkara karena sebagai pembentukan karakternya yang mengajarkan jiwa korsa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved