Ternyata Peminat Lingerie di Kota Pekalongan Mayoritas Berusia 45 Tahun

Lingerie atau pakaian dalam wanita yang menonjolkan kesan sexy, ternyata digemari oleh kaum hawa di Kota Pekalongan

Ternyata Peminat Lingerie di Kota Pekalongan Mayoritas Berusia 45 Tahun
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Siti Fatimah menata barang dagangan di toko yang terletak di Krapyak Lor, Pekalongan Utara, Kamis (22/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Lingerie atau pakaian dalam wanita yang menonjolkan kesan sexy, ternyata digemari oleh kaum hawa di Kota Pekalongan.

Terutama wanita di wilayah Pekalongan Utara yang suaminya bekerja sebgai nelayan di laut.

Bahkan para kaum hawa bisa berbelanja lingerie setiap dua pekan sekali.

Walaupun harganya lebih mahal dibandingkan pakaian dalam biasa, namun menurut
Siti Fatimah (41) pedagang khusus pakaian dalam di Kryapak Lor, Pekalongan Utara, hal itu tak membuat minat pelanggannya menurun.

“Rata-rata ibu berusia 35 sampai 45 tahun yang membeli, satu tahun terakhir ini minat wanita di Pekalongan Utara membeli lingerie terus meningkat,” jelasnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (22/8/2019).

Dilanjutkan Siti yang sudah berdagang pakaian dalam selama tiga tahun itu, warna merah marun dan hitam menjadi pilihan favorit.

“Kadang ada pelanggan yang minta diantarkan barangnya, kadang juga datang ke toko saya. Model renda-renda juga menjadi favorit pelanggan saya,” jelasnya.

Siti sendiri merupakan reseller khusus celana dalam, di mana dagangannya dijual ke beberpa daerah di Kota Batik.

“Padahal harganya lebih dari Rp 100 ribu, tapi minat pembeli tak pernah turun.

Kadang satu lusin habis dalam sepekan, dan tak jarang 20 lusin habis diborong dalam sebulan,” ujar Siti.

Halaman
12
Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved