Investor Mulai Jenuh, Penawaran ST-005 Kurang Laris

Daya tarik surat utang ritel tampaknya sedang merosot. Hal itu terlihat dari penawaran obligasi ritel

Investor Mulai Jenuh, Penawaran ST-005 Kurang Laris
GOOGLE
Ilustrasi investasi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA-- Daya tarik surat utang ritel tampaknya sedang merosot. Hal itu terlihat dari penawaran obligasi ritel berbasis syariah, atau sukuk negara tabungan seri ST-005 yang berakhir pada Kamis (21/8).

Berdasarkan data per Selasa (20/8), penawaran yang masuk dari investor untuk ST-005 baru sebesar Rp 1,77 triliun. Angka tersebut berada jauh di bawah target pemerintah yang dipatok sebesar Rp 2 triliun.

Padahal, tawaran imbal hasil surat utang itu cukup tinggi. ST-005 menawarkan imbal hasil 7,4 persen. Penawaran imbal hasil itu tidak jauh beda dari penerbitan obligasi ritel sebelumnya, yakni SBR-007, yang memberi imbal hasil 7,5 persen.

Kepala Riset Infovesta Utama, Wawan Hendrayana mengatakan, penawaran ST-005 lesu karena masyarakat menilai kupon yang ditawarkan kurang menarik. Investor menilai alternatif investasi lain seperti reksadana saat ini lebih menarik.

Terbukti, dana kelolaan industri reksadana pada Juli meningkat Rp 32,76 triliun dari bulan sebelumnya menjadi sebesar Rp 525,82 triliun.

Selain itu, para investor juga kemungkinan masih menahan diri untuk menambah portofolio investasinya. Investor masih menunggu arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI), serta melihat perkembangan konflik global yang menimbulkan ketidakpastian.

Lesunya permintaan ST-005 antara lain tercermin dari hasil penjualan di Bank Tabungan Negara (BTN). Menjelang detik akhir masa penawaran, Direktur Konsumer BTN, Budi Satria mengatakan, sejak ST-005 ditawarkan dari 8 Agustus hingga 19 Agustus, baru mengumpulkan Rp 11,8 miliar, yang terdiri dari 62 nasabah.

Jauh dari target

Jumlah itu setara 23,6 persen dari target penawaran sebesar Rp 50 miliar, atau jauh dari target. Sebagai perbandingan, penawaran ST-004 pada Mei lalu, BTN berhasil jual sebanyak Rp 54,9 miliar dengan total 207 nasabah.

"Penurunan terjadi karena kami sedang menjual produk berbasis investasi lain, di mana penjualannya hampir bersamaan dengan masa penawaran ST-005," tuturnya, Rabu (21/8).

PT Star Mercato Capitale atau Tanamduit juga pesimistis target penawaran ST-005 tercapai. Sehari menjelang penutupan, penawaran masuk baru sebanyak Rp 11,25 miliar, atau 75 persen dari target Rp 15 miliar.

Jumlah investor juga tercatat baru 713 orang, jauh di bawah target awal mencapai 1.000 orang. Dominasi investor untuk ST-005 masih berasal dari investor lama.
Direktur Pengembangan Bisnis Tanamduit, Muhammad Hanif menyatakan, penurunan itu diperkirakan akibat kemungkinan tengah terjadinya penyusutan euforia investasi dari masyarakat.

Hal itu terlihat dari dominasi pembeli ST005, dengan 70-75 persen di antaranya merupakan investor lama. (Kontan/Intan Nirmala Sari)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved