Jambret Spesialis Emak-emak di Tegal Ini Kerap Pakai Baju Polisi Saat Beraksi, Begini Alasannya

Penjambret spesialis emak-emak di Kabupaten Tegal dibekuk jajaran petugas Polres Tegal.

Jambret Spesialis Emak-emak di Tegal Ini Kerap Pakai Baju Polisi Saat Beraksi, Begini Alasannya
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Wakapolres Tegal Kompol Arianto Salkery saat memperlihatkan salah satu barang bukti berupa kaos polisi bertuliskan 'polda banten' atas kasus jambret, Jumat (23/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Penjambret spesialis emak-emak di Kabupaten Tegal dibekuk jajaran petugas Polres Tegal.

Penjambret ini ditangkap polisi saat bertepatan dengan Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia pada Sabtu, 17 Agustus 2019 lalu.

Tiap melaksanakan aksinya, penjambret bernama Amirudin (27) ini ternyata kerap menggunakan kaos bertuliskan "Polda Banten".

Warga Desa Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal ini mengaku mendapat kaos polisi itu dari saudaranya.

"Ya, saya emang fokus menargetkan ibu-ibu yang sedang berkendara.

Sebab, kalau korbannya ibu-ibu cenderung tidak dikejar.

Saya beberapa kali memakai kaos polisi untuk jambret agar dapat mengelabui korban," kata Amir kepada Tribunjateng.com, saat di Mapolres Tegal, Jumat (23/8/2019).

Disperkim Kota Tegal Pastikan Rumah Dyah Segera Diperbaiki

Ingat Dyah Janda di Kota Tegal yang Tak Bisa Sekolahkan Putrinya? Ini Kabarnya Sekarang

Kendala Pemasaran, Pemkab Karanganyar Akan Integrasikan Produk UMKM Lokal di Pusat Keramaian

Warga Sokoduwet Kota Pekalongan Ingin IPAL Penghasil Biogas Diaktifkan, DLH Minta Proposal

Sementara, Wakapolres Tegal Kompol Arianto Salkery menuturkan, tersangka Amir diketahui sering beroperasi jambret di sepanjang jalan Balamoa Kecamatan Pangkah - Kemantran Kecamatan Kramat.

Menurut dia, sepanjang jalan tersebut memang dikenal gelap sehingga tersangka memilih lokasi tersebut untuk menjalankan aksi jambretnya.

Dari hasil lidik terhadap Amir, Wakapolres menyebut bahwa pelaku sudah melakukan aksi jambretnya selama satu tahun terakhir ini.

Biasanya, sang pelaku mengincar Handphone milik emak-emak yang sedang berkendara di jalan-jalan sepi sembari mengenakan kaos polisi.

Namun, aksi tersangka harus berakhir, tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2019 lalu.

Amir ditangkap jajaran Satreskrim Polres Tegal di kediamannya pada HUT Ke-74 RI.

Adapun barang bukti hasil penjambretan Amir yang berhasil disita petugas ialah satu unit HP J2 Prime.

"Yang lainnya sudah dijual. Atas perbuatannya, pelaku diganjar Pasal 362 KUHP dengan hukuman penjara 5 tahun," tegasnya. (Tribunjateng/gum).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved