Bupati Sragen Mundur dari Partai Gerindra, Balik ke PDI Perjuangan?
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati telah mengajukan pengunduran diri dari kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan juga Ketua Dewan
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati telah mengajukan pengunduran diri dari kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan juga Ketua Dewan Pembina parpol.
Yuni menyampaikan pengunduran dirinya usai Pemilu lalu.
Sikap ini dirinya pilih setelah ramai diperbincangkan pindah partai politik dengan mengajukan rehabilitasi sebagai kader PDI Perjuangan pada konggres di Bali beberapa saat lalu.
"Dalam sebuah organisasi ada aturan yang harus ditaati oleh setiap kader, terikat dengan keputusan partai.
Pada saat Pilpres 2019 saya mengambil sikap yang berbeda dengan keputusan Partai Gerindra," terang Yuni, Sabtu (24/8/2019).
• Pantai Laguna Lembupurwo Kebumen, Tempat Bertelur Penyu Selama Juli hingga Agustus
• Saking Senangnya, Dedy Yon Turun dari Panggung Ikut Menari Bersama Peserta Karnaval
• Unik, Wajah Anggota DPRD Karanganyar Terpilih Periode 2019-2024 Meriahkan Karnaval Pembangunan
• Bupati-Wakil Bupati Karanganyar dan Forkopimda Kompak Kenakan Kostum Pejuang di Acara Karnaval
Yuni menyampaikan siap dengan keputusan partai karena telah berseberangan.
Dirinya juga mengatakan keputusannya tersebut tentunya membawa dampak dan konsekuensi.
Pengajuan ini disampaikan kepada DPC, DPD termasuk DPP Gerindra sebelum berangkat haji lalu.
Langkah ini diambil sebagai bentuk menghormati parpol tersebut.
Perempuan yang akrab disapa Yuni mengundurkan diri dari partai yang mengusungnya menjadi Bupati Sragen periode 2015-2020.
"Tentu saja saya tidak bisa mengharapkan untuk gerinda mentolerir atau pun memberikan dispensasi atau istilahnya memberikan maaf atau apalah namanya untuk saya terhadap sikap saya," kata dia.
Yuni juga mengaku telah dibesarkan oleh Partai Gerindra maupun PDIP, menurutnya, kedua parpol tersebut telah membentuk karakternya sebagai seorang pemimpin di Sragen.
Ditanya soal pengajuan rehabilitasi kader PDI-P ataupun pembuatan resume, Yuni mengaku belum mendapatkan jawaban apapun dari partai berlambang banteng moncong putih itu.
"Belum dapat jawaban, kalaupun ada syarat membuat resume tentang kader PDI-P sebagai salah satu syarat pengajuan rehabilitasi saya tidak tau," ujar dia.
Pada kesempatan itu, Yuni juga berterimakasih kepada Partai Gerindra yang telah membesarkan namanya.
Begitu juga dengan Partai PDIP menurutnya keduanya baik. (uti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/yuni-mahfirah.jpg)