3 Tim Tari Ratoh Jaroe 2019 asal Semarang Mewakili Jateng dan DIY ke Tingkat Nasional

Sebanyak belasan tim para penari Tari Ratoh Jaroe tingkat SMA dan perguruan tinggi se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan kebolehan

3 Tim Tari Ratoh Jaroe 2019 asal Semarang Mewakili Jateng dan DIY ke Tingkat Nasional
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Ratusan penari yang terbagi dalam 10 grup meramaikan Festival Tari Ratoh Jaroe di Taman Indonesia Kaya, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (25/8/2019). Festival yang memperebutkan Piala bergilir Gubernur Aceh ini diikuti peserta tingkat SMA dan perguruan tinggi di Jawa Tengah dan DI Yogyarta. Festival Tari Ratoh Jaroe 2019 merupakan ajang promosi kebudayaan dari Provinsi Aceh. Kegiatan ini diharapkan dapat menyatukan, menguatkan dan mengenalkan nilai kebudayaan sebagai bagian dari menjaga kebudayaan daerah dan menumbuhkan rasa kepekaan terhadap anak didik untuk peduli dengan warisan budaya. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak belasan tim para penari Tari Ratoh Jaroe tingkat SMA dan perguruan tinggi se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan kebolehannya pada audisi pemilihan kandidat terbaik di Taman Indonesia Kaya Jalan Menteri Supeno No11 A, Mugassari, Kota Semarang, Minggu (25/8/2019).

Tiga tim di antaranya yaitu SMAN 4 Semarang, Universitas Diponegoro Semarang, dan SMA Nasima Semarang tampil menjadi penyaji terbaik dan berhak mengikuti babak selanjutnya dalam final memperebutkan piala Gubernur Aceh Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia pada Oktober mendatang.

Ketua kelompok Tari Ratoh Jaroe SMAN 4 Semarang, Zahra Audia Narendra (16) mengaku timnya sangat berbangga bisa melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional.

Meski harus menghadapi tim yang notabennya lebih berpengalaman dari Jakarta, ia bersama teman-temannya mengaku yakin bisa meraih hasil yang maksimum dengan menampilkan persembahan semaksimal mungkin.

"Yang pertama tentu penambahan personel karena kita baru 15 biasanya sekitar 20-an. Kemudian tentu latihan kekompakan gerakan, keselarasan, dan tak kalah penting stamina karena ini membutuhkan stamina prima," tutur Zahra, Minggu (25/8/2019).

Bermodalkan semangat yang tinggi serta intensitas latihan yang rutin, Zahra menargetkan timnya dapat lolos hingga 3 besar di Jakarta.

"Kita tentu tahu mereka punya kualitas yang penting dalam latihan tetap jaga konsentrasi, dan berharap bisa menampilkan gerakan dan ayunan yang kompak selama yah 12 menitan pentas. Meski baru sekitar 1 tahun namun kita semua yakin bisa tanpilkan tarian kita yang terbaik nanti," lanjut Siswi kelas 11 IPS itu.

Selain itu, Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, Almuniza Kamal, menyampaikan audisi Tari Ratoh Jaroe 2019 sendiri merupakan sebuah kegiatan yang berlangsung kali ke-12 tiap tahunnya.

Hanya saja, pada tahun 2019 pihaknya menciba lebih mengenalkan senibbudaya tari khas Aceh tersebut hingga ke beberapa wilayah lain di luar Jabodetabek termasuk Jawa Tengah dan Yogyakarta.

"Ini dalam rangka diplomasi seni budaya dan kuliner Aceh di nusantara nah kita konsep audisi Tari Ratoh Jaroe. Nantinya ada 20 tim mengikuti final di Jakarta dan dari Semarang ada 3 tim," jelasnya.

Meski audisi di Jateng dan DIY kali pertama, ia menyebutkan antusias peserta cukup tinggi dari beberapa tim yang mendaftar, sekitar belasan tim lolos tahap awal dan berhak mengikuti audisi.

Hingga kini, lanjutnya, sebanyak 13 tim sudah memastikan diri ke Jakarta sementara 7 tim lainnya akan dipilih pada audisi bulan September. 3 tim dari Bekasi dan 4 tim dari Depok

"Kami ucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat terutama Pemerintah Kota Semarang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Semarang diwakili Kabid Kesenian, dan Ikatan Masyarakat Aceh Semarang (IMAS) maupun masyarakat dan peserta audisi kerena telah mendukung kegiatan Audisi Tari Ratoh Jaroe sehingga bisa terlaksana di Semarang.

Nantinya akan dipilih 1 tim yang menjadi favorit di Jakarta. Dan bagi 3 tim perwakilan dari Semarang selain berhak mengikuti final juga diberikan uang pembinaan sebesar Rp1 juta masing-masing tim, sertifikat, dan plakat," pungkasnya. (Sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved