Petani Minta Tunda Pengeringan Saluran Irigasi Bendungan Juwero Kendal, Alasannya Bisa Rugi Banyak

Petani minta pengeringan saluran irigasi bersumber dari Bendungan Juwero, Kalibodri yang rencananya akan dilakukan pada 1 September 2019, ditunda.

Petani Minta Tunda Pengeringan Saluran Irigasi Bendungan Juwero Kendal, Alasannya Bisa Rugi Banyak
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Jembatan apung yang selama ini digunakan warga Kecamatan Cepiring dan Patebon untuk menyebrangi Kalibodri menuju Kendal. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Perhimpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Kendal meminta pengeringan saluran irigasi yang bersumber dari Bendungan Juwero, Kalibodri yang rencananya akan dilakukan pada 1 September 2019, ditunda.

Pasalnya, padi yang ditanam di persawahan sekitar salurah irigasi itu, saat ini dalam masa bunting.

Sehingga membutuhkan banyak air.

Ketua HKTI Kabupaten Kendal, Tardi mengatakan, setidaknya terdapat 500 hektare sawah padi yang dapat terancam kekeringan jika sungai dikeringkan.

Bisa berdampak terhadap terancamnya padi yang ditanam menjadi puso.

"Pengeringan ini direncanakan 1 September. Kami berharap dapat ditunda sampai 10 hari dari jadwal yang ditentukan," ujarnya, Senin (26/8/2019).

Pengeringan yang diselenggarakan rutin ini akan dilaksanakan selama sebulan.

Sehingga petani akan kebingungan mencari sumber air untuk mengairi sawah mereka hingga masa panen tiba.

"Kami berharap agar kepada dinas terkait untuk menunda dahulu. Karena masa panen akan dimulai pada pertengahan September."

"Jika dikeringkan, bisa jadi padi tidak ada isinya dan petani merugi," tuturnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kendal, Sugiyono menuturkan, pengeringan ini dilakukan karena akan dilakukan perbaikan pada saluran induk maupun sekunder.

Sehingga perlu dilakukan penutupan saluran air.

"Sejak Mei 2019 kami sudah mensosialisasikan rencana perbaikan dan meminta mereka agar mempercepat musim tanam," tuturnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait agar petani tidak gagal panen.

Seperti melakukan pengairan secara bergilir. (Dhian Adi Putranto)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved