Breaking News:

Lapas Sukabumi Terbakar, Tiga Unit Mobil Damkar Dikerahkan, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas ll B Nyomplong, Sukabumi, Jawa Barat dilaporkan terbakar, Rabu (28/8/2019) dini hari.

Editor: m nur huda
DOK : POLSEK WARUDOYONG
Petugas memadamkan api pada kebakaran di Lapas Nyomplong, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (28/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SUKABUMI - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas ll B Nyomplong, Sukabumi, Jawa Barat dilaporkan terbakar, Rabu (28/8/2019) dini hari.

Kebakaran terjadi di ruang bimbingan kerja (Bimker) tempat penyimpanan kain perca untuk pembuatan keset.

Sumber api diduga akibat korsleting aliran listrik.

Api berhasil dipadamkan setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) tiba di lokasi. Sehingga api tidak merambat ke ruangan lain.

"Kebakaran diketahui berawal dari terlihatnya ada asap di gudang tempat bimbingan kerja tahanan oleh petugas jaga Lapas Pos 1," kata Kepala Polsek Warudoyong Kompol Kuswaha saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp Rabu (28/8/2019) pagi.

Dia menuturkan, setelah melihat ada asap, petugas jaga langsung mengecek ruangan.

Namun, saat ia membuka gudang tersebut api sudah membesar dan ia langsung menghubungi dan meminta bantuan ke pemadam kebakaran (Damkar).

"Sebelum terlihat ada asap, di dalam lingkungan Lapas Blok D atau blok wanita jaringan listrik padam," tuturnya.

Menurut Kuswaha, api akhirnya berhasil dipadamkan oleh tiga unit mobil damkar.

Api membakar ruangan dengan sekitar 5x15 meter persegi.

Gudangnya berisi barang mudah terbakar seperti kain perca bahan keset dan perlengkapan buat panggung dari kayu papan.

Selain itu terdapat mesin jahit. Tidak ada korban jiwa, hanya nilai kerugian ditaksir mencapai seratus juta rupiah.

"Saat ini kami masih menyelidiki terkait asal api, dugaan sementara api bersumber dari hubungan pendek arus listrik," ujar dia.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diduga Akibat Korsleting Listrik, Lapas Sukabumi Terbakar "

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved