Ikuti Jejak Presiden Jokowi, Ridwan Kamil Bakal Pindahkan Ibu Kota Jawa Barat, 3 Daerah Ini Dipilih

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, hendak mengikuti rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memindahkan ibu kota wilayah yang dipimpinnya.

Editor: suharno
KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANI
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ditemui usai upacara peringatan HUT ke-74 RI di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Sabtu (17/8/2019). 

Berbagai sarana transportasi yang sudah tersedia pun juga mempermudah untuk mobilisasi dari Pulau Jawa ke Kalimantan.

"Tinggal mobilitas koordinasi saja, kalau kita ke Jakarta tinggal naik kereta atau mobil, ke Kalimantan pakai pesawat."

"Pergerakan ekonomi menurut pembacaan analisis, pegawai pemerintah tidak sampai 10 persen," ujarnya.

Siapkan Kelengkapan Berkendara, Operasi Patuh Candi di Sragen Mulai Kamis Hingga 11 September

Alasan Jokowi Pindahkan Ibu Kota Indonesia

Jokowi secara resmi mengumumkan Ibu Kota Indonesia akan dipindah ke Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Senin (26/8/2019).

Melalui unggahan Instagramnya, Jokowi mengungkap alasan mengapa ibu kota harus dipindah ke Kalimantan Timur, di antaranya karena kondisi DKI Jakarta.

Alasan tersebut diungkapkan Jokowi melalui unggahan Instagram @jokowi, Senin (26/8/2019) setelah konferensi pers di Istana Negara.

Jokowi mengunggah fotonya mengenakan setelan jas hitam saat hendak duduk di hadapan para hadirin dan awak media dalam konferensi pers di Istana Negara.

Melalui caption unggahan itu, Jokowi menjawab pertanyaan mengapa ibu kota harus pindah.

Sang presiden menyebut DKI Jakarta saat ini menyangga terlalu banyak beban berat.

Populerkan Kopi Kabupaten Pekalongan, Bupati Asip: Saatnya Minum Kopi Giling Bukan Kopi Gunting

Menurut Jokowi, Jakarta sudah terbebani sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan, hingga pusat jasa.

Tak hanya itu, Jakarta juga sudah menjadi wilayah yang memuat bandar udara dan pelabuhan laut terbesar di Indonesia.

Selain itu, terpusatnya banyak sektor di Jakarta membuat kemacetan di wilayah ini sudah tak bisa dihindarkan.

Kemacetan di Jakarta menyebabkan polusi udara dan air sehingga butuh penanganan segera demi kesehatan masyarakatnya.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved