Ajak Anak Muda Nguri-uri Budaya, Disbudpar Kota Semarang Gelar Festival Dalang Anak dan Remaja

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang ajak generasi milenial nguri-uri budaya wayang kulit melalui festival dalang anak dan remaja

Ajak Anak Muda Nguri-uri Budaya, Disbudpar Kota Semarang Gelar Festival Dalang Anak dan Remaja
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Seorang dalang muda memainkan wayang faoam festival wayang anak dan remaja di Gedung Kesenian Sobokartti Semarang, Kamis (29/8/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang mengajak generasi milenial nguri-uri budaya wayang kulit melalui festival dalang anak dan remaja.

Festival dalang anak dan remaja ini digelar di Gedung Kesenian Sobokartti Semarang mulai hari Rabu (28/8/2019) hingga Sabtu (31/8/2019) mendatang.

"Festival dalang ini kami beri kesempatan generasi muda untuk tampil. Kami ingin buktikan bahwa di Kota Semarang tidak hanya generasi tua yang suka wayang, generasi muda pun menyukainya," tegas Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari saat membuka Festival Dalang di Gedung Kesenian Sobokartti, Kamis (29/8/2019) malam.

Setelah Proses Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning Selesai, Hendi: Ubah Jadi Tempat Wisata Religi

Ikuti Jejak Presiden Jokowi, Ridwan Kamil Bakal Pindahkan Ibu Kota Jawa Barat, 3 Daerah Ini Dipilih

Iin, sapaan akrabnya, mengatakan, wayang kulit ini perlu digandrungi generasi milenial agar mereka dapat melestarikan budaya.

Disbudpar Kota Semarang juga rutin menggelar pementasan wayang sebagai sarana edukasi masyarakat terkait pewayangan. Bahkan, pentas wayang kulit masuk dalam agenda tahunan Disbudpar.

"Kami rutin mengadakan wayang setiap malam jumat. Pada acara tertentu kami juga menggelar pentas wayang. Harapannya, budaya wayang ini tidak akan punah dan semakin berkembang," katanya.

Dalam festival dalang ini, Disbudpar menggandeng Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kota Semarang.

Menurut Iin, peran Pepadi dalam menjaga kearifan lokal kesenian wayang sangat penting. Diharapkan Pepadi dapat memberikan inovasi-inovasi agar wayang tetap disukai generasi milenial.

"Hari ini sekaligus pengukuhan Pepadi Kota Semarang. Kebetulan anggotanya dari berbagai kalangan, ada masyarakat, pemerintah, akademisi, dan pewarta, semua masuk. Harapannya mereka bisa nyengkuyung bareng sehingga lebih kreatif dalam menggali potensi yang ada," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pepadi Kota Semarang, Anang Budi Utomo menyebut, ada 108 dalang di Kota Semarang.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved