Fakultas Hukum UKSW Salatiga Ajak Mahasiswa Melek Diplomasi

Fakultas Hukum UKSW Salatiga gelar Kuliah Umum “Indonesia dan Hukum Internasional” di Balairung Universitas, Kamis (30/8).

Fakultas Hukum UKSW Salatiga Ajak Mahasiswa Melek Diplomasi
IST
Kuliah Umum Indonesia dan Hukum Internasional di Balairung UKSW Salatiga, Kamis (30/8/2019) dengan narasumber Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia, Dr. iur. Damos Dumoli Agusman. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Fakultas Hukum (FH) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Kuliah Umum “Indonesia dan Hukum Internasional” di Balairung Universitas, Kamis (30/8/2019).

Narasumber tunggal adalah Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia, Dr iur Damos Dumoli Agusman.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara Diplomacy Festival (Diplo Fest) 2019 yang digagas Kemenlu RI dengan menggandeng sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Semarang dan Salatiga.

“Ini merupakan upaya Kemenlu mengenalkan dunia diplomasi dan hubungan internasional kepada masyarakat, terutama generasi muda. Kegiatan seperti ini sudah digelar di banyak kota besar di Indonesia. Tujuannya tak lain untuk menginspirasi generasi muda, khususnya mahasiswa dan pelajar agar menjadi bagian diplomasi Indonesia,” tutur Damos.

Damos menambahkan, rangkaian kegiatan Diplofest dimulai Kamis kemarin dengan kuliah umum di enam universitas.

Keenam universitas itu adalah UKSW, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Unika Soegijapranata, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), dan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).

Dalam kuliah umum, Damos menyampaikan beberapa isu dunia internasional dari perspektif hukum internasional, seperti isu hukum laut dan perbatasan, state responsibility, dan ekonomi politik internasional.

Damos dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia tidak lemah dalam berdiplomasi dan mempergunakan hukum internasional untuk memperjuangkan kepentingan nasional.

Menurutnya, sebagian besar masyarakat dunia masih menganggap Indonesia lemah dalam berdiplomasi.

Padahal justru para diplomat Indonesia pernah mencetak prestasi salah satunya melalui Deklarasi Djuanda tahun 1957.

Halaman
12
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved