Guru SD Bejat Cabuli Siswinya di Ruang Kepala Sekolah, Korban Diiming-imingi HP dan Uang

Seorang Guru PNS di Ketapang, Kalimantan Barat dilaporkan berbuat tak terpuji kepada siswi SD yang tak lain anak didiknya di ruang kepala sekolah.

Guru SD Bejat Cabuli Siswinya di Ruang Kepala Sekolah, Korban Diiming-imingi HP dan Uang
ilustrasi pencabulan

TRIBUNJATENG.COM, KETAPANG - Seorang Guru PNS di Ketapang, Kalimantan Barat dilaporkan berbuat tak terpuji kepada siswi SD yang tak lain anak didiknya di ruang kepala sekolah.

Perbuatan tak terpuji tersebut diawali pada 2015 lalu. Pelaku melakukannya di ruang kepala sekolah di salah satu SDN di Ketapang, Kalimantan Barat. 

Atau tepatnya, saat itu siswi SD yang menjadi korbannya masih duduk di bangku kelas IV. Kini siswinya itu telah lulus.

Oknum Guru PNS itu adalah HI (31).

SURYA mengutip dari artikel ini yang telah tayang di Kompas.com dengan judul "Guru SD 4 Tahun Cabuli Murid, Diiming-imingi Ponsel".

Kapolres Ketapang AKBP Yury Nurhidayat mengatakan, penangkapan HI berdasarkan laporan orangtua korban serta hasil penyelidikan.

"Setelah semua penyelidikan rampung, HI ditangkap di rumahnya di kawasan Kelurahan Mulia Baru, Ketapang," kata Yury, Jumat (30/8/2019).

Dari hasil pemeriksaan, tindakan bejat guru PNS kepada muridnya ini telah dilakukan sejak 2015 saat korban duduk di kelas IV.

"Sejak 2015, perbuatan cabul sering dilakukan, bahkan sampai korban tamat sekolah. Perbuatan terakhir pada 25 Agustus kemarin," ucapnya.

Yury menjelaskan, modus perbuatan pelaku pertama kali adalah mengajak korban ke ruangan kepala sekolah.

Saat duduk berhadapan, pelaku langsung melancarkan aksi.

Pelaku kemudian memberi uang dan ponsel kepada korban.

Yury menegaskan, kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk mengetahui apakah ada korban lain.

Atas perbuatannya, HI dijerat Pasal 81 Ayat 1 dan Ayat 2 dan atau Pasal 82 jo 76 D dan atau Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman minimal 5 tahun penjara.

"Perkara ini akan terus kami kembangkan, apakah ada korban-korban lain," ujarnya.(*

Editor: galih permadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved