India Negara yang Paling Banyak Menuduh Indonesia Curang dalam Berdagang

Disebutkan, beberapa Negara yang paling banyak melakukan penuduhan kepada Indonesia yaitu India sebanyak 53 tuduhan

India Negara yang Paling Banyak Menuduh Indonesia Curang dalam Berdagang
Tribunjateng.com/Desta Leila Kartika
Direktur Pengamanan Perdagangan, Pradnyawati, saat memberikan bimbingan teknis kepada para pelaku usaha dan asosiasi terkait ketentuan Trade Remedies. Berlokasi di PO Hotel Semarang, Kamis (29/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direktorat Pengamanan Perdagangan (DPP) bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan perdagangan Provinsi Jateng, menyelenggarakan bimbingan teknis bertemakan "Intensifikasi Penggunaan Instrumen Trade Remedies oleh Negara Mitra Dagang."

Kegiatan berlangsung di PO Hotel Semarang, Kamis (29/8/2019).

Adapun tujuan dari kegiatan tersebut, untuk mencetak para pelaku bisnis yang "melek" terhadap ketentuan trade remedies dan perkembangannya.

Sebagai gambaran, dari tahun 1995 - Juli 2019 terdapat total 328 kasus tuduhan trade remedies oleh Negara anggota Wolrd Trade Organization (WTO), yang terdiri dari 231 tuduhan anti dumping, 24 kasus anti subsidi, dan 73 tuduhan safeguard.

Dari total tersebut, terdapat 27 kasus yang masih berjalan proses penyelidikannya, termasuk satu kasus sedang berlangsung di badan sengketa dagang WTO.

Direktur Pengamanan Perdagangan, Pradnyawati menjelaskan, maksud dari trade remedies adalah instrumen yang digunakan secara sah untuk melindungi industri dalam negeri suatu negara, dari kerugian akibat praktik perdagangan tidak sehat atau unfair trade.

"Tren perkembangan penggunaan instrumen trade remedies (anti dumping, anti subsidi, dan safeguard), saat ini semakin meningkat pesat. Perkembangan tersebut, dari 137 kasus pada tahun 2012 menjadi 238 kasus di tahun 2018 atau naik 73,72%.

Maka dari itu kami merasa perlu mengadakan bimbingan teknis kepada para pelaku usaha baik yang sudah pernah mengalami tuduhan trade remedies maupun belum," ungkap Pradnyawati, pada Tribunjateng.com, Kamis (29/8/2019).

Terkait tuduhan yang diterima Indonesia, anti damping dan anti subsidi untuk perdagangan yang menurut mereka tidak fair atau curang.

Karena pihaknya menjual harga produk untuk strategi meraih pangsa pasar disana dengan harga murah.

Halaman
123
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved