Kejati Jateng akan Tetapkan Tersangka Dana Banprov yang Diduga Dikorupsi

Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) ternyata tak main-main dalam menyelidiki dugaan penyelewengan dana bantuan provinsi (Banprov) 2018

Kejati Jateng akan Tetapkan Tersangka Dana Banprov yang Diduga Dikorupsi
KONTAN/Cheppy A Muchlis
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) ternyata tak main-main dalam menyelidiki dugaan penyelewengan dana bantuan provinsi (Banprov) 2018, setelah sebelumnya melakukan "penggeledahan" di dua kabupaten.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, I Ketut Sumedana, menuturkan, dana Banprov 2018 yang dikucurkan sebesar Rp 1,140 triliun. Dana tersebut disebar di beberapa kabupaten kota yang ada di Jawa Tengah.

"Fokus kami adalah lakukan pemeriksaan dan kami menduga ada tindak pidana korupsi. Sekarang kasus tersebut sudah naik penyidikan," ujar mantan Kajari Mataram saat ditemui di ruangannya, Kamis (29/8).

Menurutnya, ada dua kabupaten yang telah naik penyidikan yaitu Kabupaten Kendal dan Kabupaten Pekalongan. Masing-masing wilayah tersebut, Kabupaten kendal mendapatkan Banprov Rp 10.518.000.000 dan Kabupaten Pekalongan Rp 12.919.000.000.

"Estimasi kerugian yang telah dihitung penyidik Rp 3,1 miliar di Pekalongan, dan Kabupaten Kendal Rp 4,4 miliar. Jadi totalnya kerugian Rp 7,5 miliar dari dua tempat itu dan inilah yabg kami lakukan penyidikan," jelas dia.

Ketut mengungkapkan, pihaknya telah memeriksa 25 saksi dan dua ahli. Dirinya berharap pekan depan telah ditetapkan tersangka dari dua wilayah tersebut.

"Apa nanti akan berkembang di kota-kota lain yang menerima Banprov? Saya pastikan ada. Tapi saya belum bisa membuka di sini (KejatI Jateng)," terangnya.

Dana Banprov, kata dia, dialokasikan untuk fasilitas sekolah, pembelian komputer, pembelian buku, dan fasilitas penerengan jalan. Hasil temuannya di dua wilayah tersebut ditemukan di Dinas Pendidikan.

"Kalau nanti ada di dinas lain kami akan tindaklanjuti. Tapi saya yakin penyelewengan dilakukan di dinas lain. Nanti akan kami pelajari," tegasnya.

Untuk mencari bukti, Ketut menegaskan Kejati Jateng juga telah melakukan pemeriksaan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jateng. Pemeriksaan tersebut terkait tentang aliran dana Banprov.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved