Setelah Proses Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning Selesai, Hendi: Ubah Jadi Tempat Wisata Religi

Wali Kota Semarang mengungkapkan setelah proses penutupan lokalisasi Sunan Kuning selesai, selanjutnya mengubah image jadi tempat wisata religi.

Setelah Proses Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning Selesai, Hendi: Ubah Jadi Tempat Wisata Religi
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan sambutan di acara Pengajian, Istighosah dan Lailatul Ijtima di makam Sunan Kuning, Semarang Barat, Kota Semarang, Kamis (29/8/2019).

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) mengungkapkan bahwa kawasan resosialisasi Argorejo atau yang lebih dikenal lokalisasi Sunan Kuning (SK) yang sedang dalam proses penutupan bakal dijadikan kawasan wisata religi.

Hal tersebut ia sampaikan ketika menghadiri acara Pengajian, Istighosah dan Lailatul Ijtima’ yang diselenggarakan oleh Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Kota Semarang di makam atau petilasan Sunan Kuning, Semarang Barat, Kamis (29/8/2019) malam.

“Wilayah sekitar sini kan dahulu sering kedatangan tamu (pengunjung lokalisasi) di resos Argorejo, karena itu identiknya Sunin Kuning tersebut  dalam konteks negatif,” ungkap Hendi.

“Nah kalau kita perhatikan, justru ikon Sunan Kuning itu sebenarnya adalah makam atau petilasan ulama yang juga pejuang kemerdekaan karena dalam sejarahnya beliau juga melawan dan mengusir Belanda,” imbuhnya.

Ikuti Jejak Presiden Jokowi, Ridwan Kamil Bakal Pindahkan Ibu Kota Jawa Barat, 3 Daerah Ini Dipilih

Maka, pasca penutupan resos itu, bagi Hendi yang terpenting adalah memindahkan image orang yang sebelumnya datang dengan tujuan ke prostitusi menjadi wisata religi di makam tersebut.

“Dan kemudian usaha-usaha di sini tetap hidup namun aktivitas nanti melayani tamu yang berkunjung untuk wisata, jadi merubah hal negatif menjadi positif,” ungkap Hendi.

Sementara itu, Hendi juga mengapresiasi kegiatan pengajian yang digelar PCNU Kota Semarang tersebut.

“Nahdlatul Ulama itu aktif sekali ya, bahkan di tingkat kota dan ranting-rantingnya pun aktif. Pesan saya kegiatan ini harus selalu dilakukan,” ujar Hendi.

Polresta Solo Ungkap Kasus Penusukan, Pelaku Tusuk Korban yang Selingkuhi Istrinya Selama 6 Tahun

Acara itu dihadiri oleh Rois Surya PCNU Kota Semarang KH Hanief Ismail, Ketua PCNU Kota Semarang Anashom, Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin dan ratusan orang lainnya.

Sebagai informasi, penutupan resos lokalisasi tersebut saat ini masih harus menyesuaikan sejumlah kondisi, salah satunya terkait anggaran yang disiapkan.

Hendi mengatakan, harus ada beberapa tahap terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2019 untuk dievaluasi.

Anggaran tersebut salah satunya juga terkait tali asih bagi para pekerja di sana. (tribunjateng/rez)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved