OPINI : Kontekstualisasi Makna Hijrah untuk Persatuan Bangsa

Hijrah Nabi Muhammad dari Makkah menuju Madinah merupakan babak baru perjuangan dan kehidupan.

OPINI : Kontekstualisasi Makna Hijrah untuk Persatuan Bangsa
Istimewa
Muhammadun 

Oleh Muhammadun

Pengajar STAI Sunan Pandanaran, Yogyakarta

TRIBUNJATENG.COM -- Hijrah Nabi Muhammad dari Makkah menuju Madinah merupakan babak baru perjuangan dan kehidupan.

Mereformasi masyarakat Madinah menjadi sebuah masyarakat yang penuh keadilan, kedamaian, dan kemajuan merupakan capaian besar Rasulullah dalam membangun sebuah peradaban yang mampu menjadi referensi bagi masyarakat global.

Hasilnya, Rasulullah sukses besar, mampu menjadikan Madinah sebagai prototype pemerintahan yang maju dan modern, bahkan terlalu modern untuk ukuran jaman saat itu.

Momentum hijrah ini sangat tepat dijadikan refleksi pasca Pemilu 2019. Pesta demokrasi adalah anugerah besar bagi bangsa Indonesia, karena menjadi ajang memilih pemimpin bangsa.

Sayangnya, di tengah kontestasi itu, banyak yang menggunakan hoax dan fitnah untuk kepentingan sesaat. Tidak jarang malah menggunakana isu SARA untuk memperkeruh suasana kebangsaan dan memecah-belah persatuan dan kesatuan.

Untuk itulah, para pemimpin dan calon pemimpin bangsa ini harus merefleksikan kembali makna hijrah Nabi. Jangan sampai kepercayaan dan harapan rakyat disia-siakan, bisa jadi rakyat akan mencabut kembali kepercayaannya.

Sukses kepemimpinan Nabi Muhammad juga karena mendapatkan kepercayaan masyarakat yang sangat besar, sehingga Nabi Muhammad bukan saja mendapatkan bantuan dari kaum Muslim, tetapi juga umat beragama yang lainnya.

Bangsa ini masih didera berbagai beragam persoalan, maka perlu semua bergerak untuk menghijrahkan menuju Madinah, menuju bangsa yang modern dan bersaing global dan berakhlaqul karimah.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved