TNI-Polri Evakuasi Seribu Pendemo di Papua

Sehari setelah terjadi unjuk rasa anarkis, kondisi di Jayapura, Papua, berangsur pulih.

TNI-Polri Evakuasi Seribu Pendemo di Papua
KOMPAS.com/DHIAS SUWANDI
Situasi di Jl. Ahmad Yani, Kota Jayapura, Papua, pada Jumat (23/08/2019) siang. Tampak jalan tersebut sangat lengang berbeda pada hari-hari sebelumnya dimana di kawasan tersebut selalu terjadi penumpukan kendaraan 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sehari setelah terjadi unjuk rasa anarkis, kondisi di Jayapura, Papua, berangsur pulih. Namun aktivitas di sejumlah pusat perdagangan, toko-toko, kantor, dan sekolah, hingga Jumat (30/8), masih belum normal.

Mencegah bentrokan antarkelompok masyarakat, TNI-Polri mengerahkan sejumlah truk untuk mengangkut para pendemo yang sejak Kamis bermalam di halaman Kantor Gubernur Papua, Dok II Bawah Jayapura.

Kapendam XVII Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto di Jayapura, Jumat, mengatakan para pendemo mulai diangkut sekira pukul 09.15 WIT, menuju ke rumahnya masing-masing.

"Truk TNI dan Polri mengevakuasi sekira 1.000 orang peserta demo untuk kembali ke rumah masing-masing setelah berada di kantor Gubernur Papua," kata Eko Daryanto.

Sedangkan warga yang semalam menginap di sejumlah pangkalan dan markas militer, secara berangsur telah kembali ke tempat tinggalnya. Warga yang menginap di markas militer itu umumnya anak-anak dan perempuan.

Di wilayah Distrik Jayapura Selatan dan Distrik Jayapura Utara, perkantoran yang dibakar yakni kantor Telkomsel, kantor Bea Cukai, kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan sebagian gedung Majelis Rakyat Papua. Bangkai sejumlah kendaraan bermotor yang dibakar juga masih teronggok di tempatnya.

Selain itu warga Jayapura masih sulit mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Pengendara harus antre untuk membeli bensin di pengecer. Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di di sejumlah lokasi masih tutup.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto memastikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal datang ke Papua dan Papua Barat. Namun ia minta agar Presiden tidak didesak-desak untuk segera mengunjungi wilayah tersebut.

"Nggak usah disuruh-suruh, Presiden pasti ke sana. Nggak usah didorong-dorong nanti pasti ke sana. Presiden ke sana itu pasti membawa kebaikan," ujar Wiranto, didampingi sejumlah tokoh asal Papua, di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, Jumat.

Wiranto tidak bisa menyebutkan kapan Jokowi akan mengunjungi Papua. Alasannya, Presiden memiliki pertimbangannya sendiri.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved