UKSW Jamin Perlindungan Mahasiswa Papua di Salatiga

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menyampaikan pernyataan sikap prihatin atas ujaran yang menstimulasi reaksi emosional masyarakat Papua

UKSW Jamin Perlindungan Mahasiswa Papua di Salatiga
IST
Rektor UKSW, Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Menyikapi perkembangan kondisi di tanah air dalam hal ini di Papua, yang berkembang makin kurang kondusif pasca tindakan persekusi pihak tidak bertanggungjawab baik di Surabaya dan Malang terhadap mahasiswa Papua, termasuk penyampaian ujaran mengandung rasisme.

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menyampaikan pernyataan sikap prihatin atas ujaran yang menstimulasi reaksi emosional masyarakat Papua di berbagai tempat dan berkembang menjadi tindakan destruktif terhadap aset pembangunan yang ada.

Rektor UKSW Salatiga Neil Semuel Rupidara melalui keterangan tertulisnya mengatakan UKSW sebagai kampus Indonesia Mini dimana terdapat lebih dari 1000 mahasiswa Papua berkuliah, memandang setiap manusia memiliki wajah ilahi karena diciptakan menurut citra Tuhan penciptanya.

"Sikap-sikap yang tidak menghargai orang lain sebagai sesama adalah sikap orang-orang yang tidak menyegani Tuhan sebagai Pencipta Yang Maha Kuasa, Maha Adil, dan penuh kasih," terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Sabtu (31/8/2019)

Menurut Neil, sikap-sikap yang memandang rendah sesama warga negara dan anak bangsa harus ditolak dan ditiadakan dari cara berpikir bangsa Indonesia. Karenanya UKSW memandang persoalan yang berkembang terkait Papua adalah kompleks.

Ia menilai tidak hanya menyangkut persoalan pengakuan kesederajatan kemanusiaan yang diciderai aksi diskriminasi dan rasisme tetapi juga telah berkembang di dalam pertalian kepentingan lain yang dapat berjalan terbalik dari komitmen kebangsaan Indonesia.

"Atas dasar itu saya mendorong dan mengajak semua pihak saling menghargai antar elemen bangsa dalam menyikapi dan mengupayakan kondisi bangsa yang lebih baik. Kami berharap Pemerintah Pusat dan Daerah termasuk di Papua, dapat dengan tegas melakukan stabilisasi kondisi dengan tetap mengedepankan cara-cara dialogis secara efektif dan bermartabat," katanya

Dikatakannya kepada masyarakat luas, termasuk bagi warga Papua yang berada di Tanah Papua maupun yang ada di berbagai daerah di Indonesia agar berkenan dapat menenangkan diri dan tidak melakukan tindakah serta mengeluarkan ujaran yang dapat menstimulasi kesalah-mengertian di antara sesama anak bangsa.

Pihaknya menegaskan UKSW Salatiga berkomitmen untuk melakukan perlindungan keamanan, termasuk keamanan psikologis, yang memadai bagi seluruh mahasiswa Papua di lingkungan UKSW, tanpa kecuali melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak berwenang di dalam relasi saling menghormati dan menghargai.

"Karena itu kami meminta kepada seluruh mahasiswa Papua di UKSW untuk tetap tenang dan dapat menjaga suasana hati yang damai dan penuh kasih sebagai salah satu ciri komunitas Kristiani seperti UKSW dan tetap berfokus menjalankan tugas studinya di UKSW," ujarnya

Neil menegaskan menyelesaikan pendidikan tinggi dengan baik adalah modal penting yang diperlukan untuk membangun Tanah Papua pada khususnya dan Indonesia sehingga menjadi masyarakat dan bangsa bermartabat serta merdeka dalam arti hakiki, bukan berpengertian politik sempit.

Dirinya menyampaikan sebagai bagian dari orang beriman, dengan memandang ketegangan sosial yang berkembang seperti terjadi ini dapat setiap saat menjadi bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kami seluruh warga UKSW mendoakan agar kondisi tanah air, terkhususnya Tanah Papua, dapat diluputkan Tuhan dari mara bahaya dan kondisi-kondisi yang tidak diharapkan bersama. Kami memimpikan Indonesia yang maju dan damai bersama seluruh dan bukan tanpa warga Papua di dalamnya," tegasnya (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved