Bentuk Rasa Syukur Karena Desa Tak Lagi Terisolasi, Warga Sigemplong Batang Nyalakan 1.000 Obor

Wujud rasa syukur masyarakat Dusun Sigemplong, Kecamatan Bawang Kabupaten Batang, Jateng, gelar acara 1000 obor.

Bentuk Rasa Syukur Karena Desa Tak Lagi Terisolasi, Warga Sigemplong Batang Nyalakan 1.000 Obor
Tribun Jateng/Budi Susanto
Ratusan warga Sigemplong, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, yang tinggal di lereng pegunungan Dieng melakukan pawai obor dan arak-arakan gunungan hasil bumi, Sabtu (31/8/2019) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Wujud rasa syukur masyarakat Dusun Sigemplong, Kecamatan Bawang Kabupaten Batang, Jateng, gelar acara 1000 obor.

Hal tersebut dilakukan warga sebagai bentuk rasa syukur karena jalan menuju pemukiman kini sudah tersambung.

Selain bersuka cita karena akses warga kini tidak terisolir, acara 1000 obor juga untuk menyambut 1 Muharam.

Dalam acara, warga rela berjalan sekitar dua kilometer lebih ditengah dinginnya suhu lereng pegunungan Dieng, untuk membawa gunungan berupa hasil bumi.

Selain membawa gunungan, masyarakat juga menyalakan obor yang diletakkan sepanjang jalan.

Satu di antara warga mengaku dari 2002 baru tahun ini bisa merasakan akses jalan layak.

“Dulu kami harus berjibaku melintasi buruknya kondisi jalan untuk menuju Kecamatan Bawang hanya untuk berbelanja. Bahkan pada masa orang tua kami, mereka terpaksa berjalan menyusuri perbukitan,” katanya, Santoso (49) warga Sigemplong, Sabtu (31/8/2019) malam.

Dilanjutkannya, obor menjadi barang penting untuk warga saat listrik dan pembangunan belum masuk ke desa.

“Maka dari itu kami gelar acara 1000 obor, karena penerangan dari obor sangat berarti selama bertahun-tahun untuk warga Sigemplong,” jelasnya.

Selain warga Sigemplong, ratusan warga dari berbagai daerah juga hadir dalam acara 1000 obor.

Mereka nampak takjub melihat ribuan obor dinyalakan di tengah gelapnya hutan pegunungan Dieng.

“Melihat ribuan obor ditata sedemikian rupa sangat indah, baru kali ini saya menyaksikan secara langsung,” kata Ayu Saras Wati (26) warga Banjarnegara.

Selain menyaksikan indahnya malam disertai cahaya obor, Ayu juga menikmati berbagai pertunjukan dalam acara.

“Tadi ada pagelaran seni, yang diisi teater, musik, kuda lumping, serta rebutan gunungan. Menurut saya bagus acaranya tinggal dikembangkan lagi,” tambahnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved