Dinkes Jateng Tetapkan Kota Salatiga Bebas BAB Sembarangan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng menetapkan Kota Salatiga sebagai salah satu wilayah di Jateng yang masyarakatnya telah bebas dari Open

Dinkes Jateng Tetapkan Kota Salatiga Bebas BAB Sembarangan
TRIBUNJATENG/M NAFIUL HARIS
Wali Kota Salatiga Yuliyanto 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng menetapkan Kota Salatiga sebagai salah satu wilayah di Jateng yang masyarakatnya telah bebas dari Open Defecation Free (ODF) atau Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Walikota Salatiga Yuliyanto mengatakan ditetapkan Kota Salatiga sebagai kota bebas BABS setelah dilakukan verifikasi tim lapangan khusus gabungan bentukan oleh Dinkes Jateng pada Agustus lalu tidak lain berkat peran serta masyarakat dan stakeholder terkait.

“Rasanya kerja keras kami sejak empat tahun lalu bekerjasama dengan TNI dan Polri melakukan program jambanisasi dan rehab rumah tidak layak huni terbayar.

Saya berharap kedepan perilaku masyarakat semakin modern dan berubah,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Senin (2/9/2019)

Menurut Yuliyanto program jambanisasi bagian dari Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Salatiga yang terus dikerjakan sejak 2011-2016 selain pengentasan kemiskinan, dan ekonomi kerakyatan.

Ia mengaku puas dari hasil survei lapangan yang dilakukan Dinkes Jateng tidak ditemukan warga BABS.

Dikatakannya, keberhasilan Pemkot Salatiga menjadi kota terbebas dari BABS tidak lain karena peran serta kader kesehatan yang rutin melakukan sosialisasi pada kelurahan masing-masing melalui komando Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga.

Kejati Akan Periksa Badan Anggaran Pemprov dan DPRD Jateng Terkait Dugaan Penyelewengan Banprov

Aliansi Masyarakat Peduli Papua : Jangan Takut Tinggal di Solo

3 Desa di Kabupaten Pati Jadi Sasaran Teror Penembakan, Rumah Kantor hingga Mobil Jadi Sasaran

Sopir Pikap di Blora Ini Nekat Bawa Bambu Setinggi 3 Meter dan Panjang 7 Meter, Begini Nasibnya

“Berkat itu juga kami pada tahun ini meraih penghargaan sebagai kota dengan indeks pembangunan kesehatan masyarakat peringkat kelima se Indonesia.

Posisi pertama dan seterusnya didominasi Kabupaten/Kota di Provinsi Bali,” katanya

Yuliyanto mengungkapkan secara teknis pembangunan ribuan jamban secara gratis oleh Pemkot Salatiga baik pada perumahan masyarakat atau umum dibawah pengawasan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Salatiga serta DKK Salatiga melalui anggaran APBD Kota Salatiga 2011-2016.

Halaman
123
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved