OPINI Ribut Lupiyanto: Hijrah Menuju Kepemimpinan Berkualitas

Tahun Baru Hijriah diperingati umat Islam sedunia pada 1 Muharram 1441 H atau bertepatan dengan 1 September 2019.

OPINI Ribut Lupiyanto: Hijrah Menuju Kepemimpinan Berkualitas
Tribun Jateng
Ribut Lupiyanto 

Oleh Ribut Lupiyanto

Deputi DirekturC-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)

Tahun Baru Hijriah diperingati umat Islam sedunia pada 1 Muharram 1441 H atau bertepatan dengan 1 September 2019.

Momentum ini tepat untuk melakukan refleksi atau muhasabah serta perencanaan ke depan. Setiap peringatan Tahun Baru Hijriah dapat dijadikan titik pijakan melakukan perubahan atau hijrah dalam segala aspek kehidupan. Salah satunya dalam aspek kepemimpinan.

Peringatan tahun ini bertepatan dengan masa akhir Pemilu 2019. Kepemimpinan nasional hingga daerah telah terpilih, baik presiden, wakil presiden, dan anggola legislatif. Energi dan siprit hijrah penting diinternalisasi dan diaktualisasikan para pemimpin dalam mengemban amanah lima tahun mendatang.

Ajaran Kepemimpinan

Konsekuensi logis atas target pembangunan yang berkeadilan, berkesejahteraan, dan berkelanjutan adalah hadirnya kualitas manajemen berbasis kepemimpinan. Kepemimpinan politik menjadi kunci atas arah dan capaian pembangunan. Dimana, salah satunya penting menguatkan aspek kesalehan kepemimpinan, baik untuk pemimpin, politisi, dan rakyat sendiri.

Setiap agama pasti mengajarkan dogma kepemimpinan yang adil. Islam pun demikian. Meski Indonesia bukan negara agama, namun mengakui peran agama. Untuk itu penting digali konsep teoligis atas kepemimpinan yang aplikatif pada masing-masing agama.

Islam merupakan ajaran konseptual sekaligus aplikatif yang menyasar seluruh sendi kehidupan, termasuk politik dan kepemimpinan. Fakta keberhasilan politik Islam telah dicontohkan oleh masyarakat Madinah pada masa Rasulullah SAW.

Muslim dan pemeluk agama lainnya bisa hidup mandiri, berdaya, teratur dan egaliter sebagai warga Negara. Inilah civil society atau masyarakat madani dalam konteks kekinian. Ilmuwan politik Islam seperti Ibnu Aby Rabi, Al-Mawardi dan Al-Ghazali memaparkan pentingnya rasa aman, keadilan, dan supremasi hukum guna mewujudkan kembali.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved