Penari Tradisional Asal Banjarnegara Hibur Ribuan Perantau di TMII Jakarta

Kabupaten Banjarnegara mendapat kehormatan tampil dalam acara pentas seni bertajuk Greget Banjarnegara di Anjungan Jawa Tengah TMII

Penari Tradisional Asal Banjarnegara Hibur Ribuan Perantau di TMII Jakarta
ISTIMEWA
pementasan tari tradisional dari Kabupaten Banjarnegara di TMII 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Kabupaten Banjarnegara mendapat kehormatan tampil dalam acara pentas seni bertajuk Greget Banjarnegara di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (1/9)

Pentas tersebut dibawakan duta seni Banjarmegara yang menampilkan beberapa tari tradisional semisal Embeg atau Kuda Kepang, Lengger manis, Gerap ing Nusantara, dan Lurengganis.

Puncaknya, duta seni Banjarnegara menampilkan Sendratari Legenda Gunung Tampomas.

Sendratari Gunung Tampomas menceritakan legenda terjadinya gunung Tampomas di Pagedongan Banjarnegara.

Gunung ini dalam perjalanannya dihancurkan untuk proyek PLTA Panglima Besar Jenderal Soedirman dengan membendung sungai Serayu.

Pagelaran tersebut dihadiri Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Wakil, wakil Bupati Syamsudin, Sekda Banjarnegara, Indarto dan ribuan masyarakat Banjarnegara dari berbagai komunitas, yang merantau di Jabodetabek. Ribuan perantau asal Banjarnegara itu pun berkumpul dalam suasana kekeluargaan.

Bupati Budhi Sarwono mengatakan, ajang tersebut menjadi wahana bersilaturahim dan bersuka cita dengan kerabat asal kampung halaman di Banjarnegara.

"Kami ingin memperkenalkan dan mengingatkan kembali kekayaan seni budaya maupun sumber daya alam Banjarnegara yang gilar-gilar," kata Bupati.

Lewat ajang ini, pihaknya ingin membangun jejaring dan kerjasama dalam bidang pengembangan wisata dan potensi alam Banjarnegara yang berlimpah

Ketua Paguyuban Jawa Tengah, Leles Sudarmanto mengatakan, berbagai pementasan seni budaya itu ditampilkan sangat indah dan bernilai seni tinggi.

Ia menilai, Banjarnegara menjadi satu di antara wilayah di Jawa Tengah yang kaya akan seni budayanya. Kearifan lokal di daerah ini masih kuat seperti yang direpresentasikan dalam tarian-tarian tersebut.

Seorang warga perantau dari Banjarnegara Sarkum (38), mengaku senang dan terhibur menyaksikan aksi para remaja dalam mementaskan seni budaya asal Banjarnegara.

Ia mengaku terharu dan sekaligus bangga karena berasal dari daerah yang kaya dengan seni budayanya.

Demikian halnya Suharyanto, ia mengaku jarang mengikuti pertemuan yang digelar paguyuban perantau Banjarnegara. Padahal acara semacam ini dirasa penting baginya.

"Rasanya senang sekali bisa ketemu ribuan orang dari kampung halaman. Apalagi bisa menyaksikan kekayaan seni budaya dari daerah sendiri," katanya.(*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved