Breaking News:

Polisi Sita 640 Butir Pil Koplo dari Tangan Seorang Remaja Ngaliyan

Unit Reskrim Polsek Tugu Kota Semarang kembali meringkus seorang remaja bernama Adi Dwi Prasetyo (25) alias gendut

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: Catur waskito Edy
ISTIMEWA
Barang bukti pil koplo yang disita jajaran Polsek Tugu dari seorang warga yang diduga melakukan pengedaran tanpa ijin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Unit Reskrim Polsek Tugu Kota Semarang kembali meringkus seorang remaja bernama Adi Dwi Prasetyo (25) alias gendut atas dugaan pengedaran obat terlarang (pil koplo) jenis Trihex pada, Kamis (29/8) beberapa hari lalu.

Kapolsek Tugu, AKP Didi Dewantoro, menjelaskan, perihal penangkapan tersebut pihaknya mengamankan 64 plastik klip berisi 640 butir pil warna putih berlambangkan huruf Y dari tersangka (penjual) serta 30 plastik klip berisi 300 butir dari pembeli.

AKP Didi membeberkan, ihwal penangkapan remaja yang berdomisili Jalan Beringin Asri V RT 07/11 Wonosari, Ngaliyan Kota Semarang, itu berawal dari pengaduan seorang warga yang mengatakan telah terjadi jual beli pil terlarang (tak mempunyai izin jual/izin edar) di kawasan Tapak Tugurejo.

"Setelah diadakan penyelidikan selama beberapa hari, akhirnya Opsnal Polsek Tugu mendapatkan identitas dari penjual obat-obatan terlarang," terangnya, Sabtu (31/8).

Berhasil mengantongi identitas tersangka, pihaknya segera melakukan pelacakan tersangka dan berhasil meringkusnya setelah didapati melakukan transaksi di sebuah rumah di kawasan Tapak.

Dari tangan tersangka disita 64 plastik klip dengan isi 640 butir pil terlarang, uang RP 170 ribu diduga hasil penjualan, 2 buah tas kecil, 100 plastik klip kosong, handphone dan 3 buah tempat dari plastik.

Sementara dari seorang pembeli, Polisi sita 30 plastik klip berisi 300 butir pil terlarang.

Kepada polisi, Adi mengaku terpaksa melakukan hal tersebut karena terkendala ekonomi keluarga.

Atas perbuatannya, tersangka kini mendekam di Mapolsek Tugu dan dijerat pasal 196 atau 197 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1.500.000.000.

"Sementara tersangka sudah kita amankan namun infonya barang dari wilayah Kecamatan Genuk, masih dalam pengembangan," pungkasnya. (sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved