Bupati Tegal Beberkan Kiat Jitu Bikin Menu Pangan Anak, Diyakini Tidak Membosankan, Ini Resepnya

ara orangtua di Kabupaten Tegal diminta mampu mengembangkan pola menu dan kreasi resep pangan yang menarik, enak, serta tidak membosankan bagi anak.

Bupati Tegal Beberkan Kiat Jitu Bikin Menu Pangan Anak, Diyakini Tidak Membosankan, Ini Resepnya
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Bupati Tegal Umi Azizah memantau siswa menyantap menu makanan di sela program Intervensi Pangan B2SA, di SD Negeri Mejasem Barat 01, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Rabu (4/9/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Para orangtua di Kabupaten Tegal diminta mampu mengembangkan pola menu dan kreasi resep pangan yang menarik, enak, serta tidak membosankan bagi buah hatinya.

Selain itu, kreasi menu resep panganan bagi anak sekolah juga disarankan berbahan baku pangan lokal.

Hal itu diungkapkan Bupati Tegal Umi Azizah saat Intervensi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), di SD Negeri Mejasem Barat 01, Kecamatan Kramat, Rabu (4/9/2018).

Dia menuturkan, menjamurnya trend konsumsi pangan yang mengarah pada makanan cepat saji atau junk food mengkhawatirkan para anak-anak di sekolah.

Pasalnya, makanan cepat saji memiliki kandungan nutrisi yang tidak baik bagi tubuh karena terdapat jenis lemak dan berbagai zat aditif bahan kimia buatan.

Termasuk, tambah Umi, jajanan street food atau makanan kaki lima yang belum memiliki standarisasi sisi higienitas dan kerap dijumpah di luar sekolah.

"Maka, orangtua diminta berkreasi. Mari mendukung pengembangan produk pangan lokal karena kualitasnya tidak kalah dengan produk-produk impor atau kemasan pabrik," kata Umi.

Dia mengatakan, kewaspadaan lain yang harus diperhatikan yaitu ketika anak-anak mengkonsumsi makanan atau membeli jajan sembarangan.

Kurangnya pengawasan ketat dari pihak sekolah, bagi Umi, seringkali dimanfaatkan pihak tidak bertanggungjawab dengan menjual makanan atau minuman yang tak layak konsumsi.

Seperti, kadaluwarsa hingga mengandung bahan berbahaya seperti pewarna sintetis rhodamin, methyl yellow, auramin, hingga pengawet formalin ataupun borax.

"Maka dari itu, sebagai orangtua, sebagai guru berperan sama dan ikut andil dalam membentuk kebiasaan anak dalam mengkonsumsi jajanan."

"Sudah sepatutnya, mengembangkan kebun sekolah sebagai media pengenalan dan pembelajaran bagi anak tentang pangan sejak dini," tutur Umi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kabupaten Tegal, Khofifah menuturkan, intervensi yang dilakukan di SD Negeri Mejasem Barat 01 berlangsung selama lima hari, 3 - 7 September 2019.

"Dalam lima hari itu, anak-anak akan diberikan makanan sehat dengan resep yang sudah dikoordinasikan dengan Dinkes."

"Selain itu juga ada gelar pangan lokal dan pembinaan kantin sekolah," jelas Khofifah. (Akhtur Gumilang)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved