Dinkes Kabupaten Pekalongan Sebut Kasus Stunting Terbanyak ada di Desa Sabarwangi

Semua harus bersama-sama dalam rangka penurunan angka stunting di Kabupaten Pekalongan

Dinkes Kabupaten Pekalongan Sebut Kasus Stunting Terbanyak ada di Desa Sabarwangi
Tribunjateng.com/Indra Dwi Purnomo
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro menyebutkan bahwa kasus Stunting di Kabupaten Pekalongan terbanyak di Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Hal tersebut diungkapkan, usai menghadiri Rembuk Stunting 2019 di Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.

"Di Desa Sabarwangi ini ada 30 kasus dari 115 bayi dan balita yang telah dilakukan pengukuran. Sehingga dijadikan tempat untuk pencanangan rembuk stunting tingkat Kabupaten Pekalongan," kata Wawan kepada Tribunjateng.com, Rabu, (4/9/2019).

Wawan mengungkapkan tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk menyampaikan hasil analisa dan situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintergrasi di Kabupaten Pekalongan.

Kemudian, membangun komitmen publik dalam kegiatan penurunan secara stunting.

"Semua harus bersama-sama dalam rangka penurunan angka stunting di Kabupaten Pekalongan. Dari seluruh data yang ada harus dilakukan intervensi bersama antar OPD," ungkapnya.

Dalam bidang kesehatan juga sudah dilakukan seperti pemeriksaan, pengukuran, serta intervensi untuk perbaikan gizi demi tumbuh kembang anak tersebut.

"Kalau ada penyakit kita obati, kita undang juga dokter spesialis anak untuk melakukan validasi dari pengukuran yang sudah dilakukan oleh ibu-ibu kader," ujarnya.

Wawan menambahkan tahun 2019 ini data keseluruhan ada 3.039 balita yang mengalami stunting se Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya tahun ini untuk lokus stunting di ada di 4 Kecamatan yang terdiri dari 10 desa yaitu Petungkriyono (Desa Curugmuncar, Simego, Gumelem, Kayupuring, Tlogopakis, Songgodadi dan Kasimpar), kemudian kecamatan Paninggaran (Lambangelun), Kesesi (Pantirejo), Bojong (Sumurjomblangbogo).

"Sedangkan untuk program pengentasan stunting 2020 dianggarkan untuk 6 kecamatan yang terdiri dari 12 desa, yaitu Kajen (Sabarwangi), Kecamatan Tirto (Jeruksari, Karangjompo, Tegaldowo), Kesesi (Sukorejo, Srinahan, Sidosari), Doro (Bligorejo, Rogoselo), Kandangserang (Bojongkoneng), dan Karangdadap (Kalilembu)," jelasnya.

Wawan menambahkan hasil dari rembuk stunting sendiri yaitu komitmen penurunan stunting yang ditandatangani oleh Pemkab Pekalongan mulai dari Bupati sampai Kepala Desa dan perwakilan sektor non pemerintah dan juga masyarakat.

"Selain itu, rencana kegiatan intervensi gizi terintegrasi penurunan stunting yang telah disepakati oleh antar sektor untuk dimuat dalam RKPD/Renja tahun 2020. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved