Hendi Minta Siswa Asal Papua di Semarang Netralisir Hoaks

Bukan tanpa alasan, para pimpinan daerah Ibu Kota Jawa Tengah tersebut secara khusus bermaksud untuk bertemu dengan sejumlah siswa asal Papua

Hendi Minta Siswa Asal Papua di Semarang Netralisir Hoaks
ISTIMEWA
Walikota Hendi Memeberikan Hadiah Khusus Berupa Kaos Kepada Maya Kristina Mofu Siswi SMK Bagimu Negriku dari Papua 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Selasa (3/9), Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Kapolrestabes Semarang Abiyoso Seno Aji, dan Dandim 0733 BS / Kota Semarang Zubaedi berkunjung ke SMK Bagimu Negeriku di daerah Mijen.

Bukan tanpa alasan, para pimpinan daerah Ibu Kota Jawa Tengah tersebut secara khusus bermaksud untuk bertemu dengan sejumlah siswa asal Papua yang bersekolah di sekolah tersebut.

Pasalnya SMK Bagimu Negeriku merupakan salah satu sekolah di Kota Semarang yang menerima murid dari seluruh provinsi di Indonesia, termasuk Papua.

Di sana, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu pun membawa para siswa pada sebuah diskusi terkait keprihatinannya atas mungemukanya isu perpecahan di Indonesia, yang diakibatkan oleh penyebaran HOAX.

“Sebuah keprihatinan pasca Pemilu raya, muncul perpecahan karena isu SARA. Saya yakin pribadi kita oke tetapi kemarin diperparah dengan isu hoax di media sosial," tuturnya. "Jadi saya titip pesan kepada seluruhnya untuk melakukan netralisir apabila menemukan berita hoax, semua ini demi kenyamanan kita bersama sebagai warga bangsa yang cinta NKRI,” himbau Wali Kota Semarang tersebut.

Hendi menegaskan, bahwa Negara Indonesia memang adalah negara yang kaya dengan perbedaan, maka dari itu para Founding Fathers Republik Indonesia memutuskan Garuda Pancasila dengan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan.

Untuk itu dirinya berkeyakinan jika seharusnya Bangsa Indonesia tidak lagi mempermasalahkan adanya perbedaan.

“Jadi di sini saya ingin menyampaikan ke semua yang hadir, bahwa kita ini sudah hidup di era kemerdekaan, sudah 74 tahun, jadi jangan ada lagi diskusi mengenai perbedaan - perbedaan yang ada," tekan Hendi. "Bung Karno, Bung Hatta, serta para pendiri bangsa lainnya sudah memikirkan jauh-jauh hari hingga lahirlah Pancasila," jelasnya.

Di tempat yang sama, Kapolrestabes Semarang, Abiyoso Seno Aji menceritakan bahwa inisiasi kegiatan diskusi berawal dari Hendi selaku Wali Kota Semarang yang tergerak melihat adanya konflik karena perbedaan.

Sehingga dirinya bersama Komandan Kodim (Dandim) 0733 BS / Kota Semarang, Zubaedi ikut mendampingi Hendi untuk berkunjung ke SMK Bagimu Negeriku.

Abi menuturkan jika kunjungan tersebut dirasa penting mengingat SMK Bagimu Negeriku bisa disebut sebagai miniaturnya Indonesia. Hal tersebut karena para muridnya berasal dari seluruh Provinsi di Indonesia.

“Ini merupakan gagasan dari Wali kota Semarang, kami dari Polrestabes dan Kodim 0733 sifatnya hanya mendampingi beliau. Dapat kita saksikan bersama SMK Bagimu Negeri bagaikan miniaturnya Indonesia. Di mana adik-adik dari seluruh Provinsi ada di sini,” terang Abiyoso. "Dan Alhamdulillah kondisi Kamtib (Keamanan dan ketertiban) di Kota Semarang saat ini semuanya kondusif, tentu ini semua merupakan berkat kesadaran seluruhnya,” tambahnya.

Di sisi lain, Zubaedi selaku Dandim 0733 BS / Kota Semarang meyakini jika diskusi yang diinisiasi ini menjadi penting karena jika melihat siklus regenerasi, maka tidak menutup kemungkinan para siswa SMK Bagimu Negeriku kelak akan menjadi pemimpin bangsa yang memiliki pengaruh.

"Siswa SMK Bagimu Negeriku merupakan generasi penerus yang akan menjadi Next Leader, maka harus menyadari bawah perbedaan adalah indah, jangan mudah termakan Isu Hoax yang sifatnya memecah persatuan dan kesatuan bangsa," pesan Zubaedi.(*)

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved