Bikin Duplikat Buku Nikah Diminta Bayar Rp 250 Ribu, Curhatan Warga Surabaya Direspon Kemenag

Kemenag Kota Surabaya Husnul Maram menanggapi informasi viral seorang warga di Jawa Timur yang mengaku diminta membayar Rp 250 ribu.

Bikin Duplikat Buku Nikah Diminta Bayar Rp 250 Ribu, Curhatan Warga Surabaya Direspon Kemenag
Dok. @apriskafiolita
Buku nikah terbakar. 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya Husnul Maram menanggapi informasi viral seorang warga di Jawa Timur yang mengaku diminta membayar Rp 250 ribu ketika mengajukan pembuatan duplikat buku nikah.

Seharusnya, pembuatan duplikat buku nikah tidak dipungut bayaran alias Rp 0.

Meski warga tersebut belum jadi mengajukan permohonan duplikat buku nikah, ia mempertanyakan adanya informasi soal tarif pembuatannya.

Menurut Husnul, pihaknya sudah menindaklanjuti informasi yang viral di media sosial Twitter itu.

Informasi viral itu diunggah seorang pengguna Twitter, @apriskafiolita.

Minggu lalu kami kena musibah, SEMUA DOKUMEN habis. hari ini akan mengurus ke KUA utk duplikat buku nikah. ternyata dikenakan biaya. Untuk duplikat buku nikah Rp 250,000, padahal tertulis di dinding KUA: Duplikat Buku Nikah = Rp 0 @Kemenag_RI, @KPK_RI, @lukmansaifuddin,@e100ss,” tulis Apriska.

Unggahan ini telah disebar ulang lebih dari 13 ribu kali.

“Sudah kami tindaklanjuti. Selasa pagi kami panggil semua, kami klarifikasi. Kami BAP sesuai regulasi."

"Hasilnya kirim ke Kepala Kanwil dan Inspektorat Jenderal Kemenag Jakarta,” ujar Husnul, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (5/9/2019).

Husnul mengatakan, jika ada petugas KUA yang terbukti melakukan pelanggaran, akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

Halaman
1234
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved