KPK Tangkap Dirut PTPN III dan Bupati Bengkayang

Dalam dua hari berturut-turut, Senin-Selasa (2-3/9), komisi antirasuah melakukan tiga penindakan. Setelah Bupati Muara Enim, Ahmad Yani

KPK Tangkap Dirut PTPN III dan Bupati Bengkayang
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI P
Ilustrasi OTT KPK 

Dari hasil pemeriksaan awal, KPK menemukan Bupati Ahmad Yani sudah menerima Rp 13,4 miliar sebelum ditangkap. Uang itu merupakan fee dari sejumlah proyek di Muara Enim.

Pada hari yang sama, KPK juga membongkar dugaan suap 345 ribu dolar Singapura dari pemilik PT Fajar Mulia Transindo Pieko Nyotosetiadi ke Direktur PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, Dolly Pulungan. Diduga kickback (timbal balik) itu diberikan terkait kontrak distribusi gula antara PTPN III dan PT FMP.

Sehari kemudian, Selasa, KPK juga menangkap Bupati Bengkayang, Suryatman Gidot, dan empat orang lain. Petugas menyita uang ratusan juta rupiah, diduga terkait proyek.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif mengatakan, OTT diperlukan karena KPK "tidak bisa membiarkan kejahatan terjadi." Laode menilai, penindakan yang konsisten merupakan cara paling ampuh memberantas korupsi. Dia berkaca pada Independent Commission Against Corruption (ICAC)--sejenis KPK di Hong Kong--yang 70 persen kekuatannya berada di bidang penindakan. (kps/Tribunnews)

Dirut PTPN III Menyerahkan Diri

DIREKTUR Utama PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III), Dolly Pulungan, telah menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (4/9) dini hari.

Dolly yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap distribusi gula di PTPN III tidak turut diringkus tim penindakan KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta, Selasa (3/9).

"Yang bersangkutan (Dolly Pulungan--Red) menyerahkan diri (Rabu) dini hari tadi," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu siang.

Febri menyebut, Dolly saat ini sedang diperiksa intensif oleh tim penyidik KPK. Nantinya setelah menjalani pemeriksaan, tim penyidik bakal menjebloskan Dolly ke sel tahanan.

Sebelumnya, tim penyidik telah menahan Direktur Pemasaran PTPN III, I Kadek Kertha Laksana, yang juga menjadi tersangka kasus dugaan suap distribusi gula. Febri mengatakan, Kertha ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved