KPK Tangkap Dirut PTPN III dan Bupati Bengkayang

Dalam dua hari berturut-turut, Senin-Selasa (2-3/9), komisi antirasuah melakukan tiga penindakan. Setelah Bupati Muara Enim, Ahmad Yani

KPK Tangkap Dirut PTPN III dan Bupati Bengkayang
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI P
Ilustrasi OTT KPK 

"IKL (I Kadek Kherta Laksana) ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur," kata Febri.

Sementara itu, belum ada informasi soal pemilik PT Fajar Mulia Transindo, Pieko Nyotosetiadi, yang telah menyandang status tersangka pemberi suap terkait kasus ini. KPK mengultimatum pengusaha gula tersebut untuk segera menyerahkan diri.

KPK telah menetapkan Dolly Pulungan, I Kadek Kertha Laksana, dan Pieko Nyotosetiadi sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait distribusi gula di PTPN III tahun 2019.

Penetapan ketiganya sebagai tersangka ini dilakukan KPK melalui gelar perkara setelah memeriksa intensif sejumlah pihak yang ditangkap dalam rangkaian OTT di Jakarta, Selasa. Dolly melalui Kadek Kertha Laksana diduga menerima suap 345 ribu dolar Singapura dari Pieko. Suap ini diberikan terkait distribusi gula di PTPN III.
Bupati Bengkayang

Dalam OTT lain, Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, diduga meminta uang Rp 300 juta kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bengakayang, Aleksei, dan Kepala Dinas Pendidikan Bengkayang, Agustinus Yan.

"Permintaan uang tersebut dilakukan SG atas pemberian anggaran penunjukan langsung tambahan APBD-Perubahan 2019 kepada Dinas PUPR sebesar Rp 7,5 miliar dan Dinas Pendidikan sebesar Rp 6 miliar," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan, dalam konferensi pers, Rabu.

Basaria mengatakan, permintaan itu disampaikan Suryadman di hadapan Aleksei dan Agustinus, 30 Agustus lalu. Uang tersebut diduga diperlukan Suryadman untuk menyelesaikan permasalahan pribadinya. Suryadman meminta agar uang disiapkan, Senin (2/9), dan diserahkan kepadanya di Pontianak. Menindaklanjuti permintaan Suryadman, Aleksei menghubungi beberapa rekanan untuk menawarkan proyek pekerjaan penunjukan langsung dengan syarat memenuhi setoran di awal.

Sebelum OTT KPK, Senin (2/9) lalu, Aleksei menerima setoran tunai dari beberapa rekanan proyek yang menyepakati fee sebagaimana disebut sebelumnya, terkait dengan paket pekerjaan penunjukan langsung.

Dalam OTT, Selasa (3/8), KPK mendapatkan barang bukti uang tunai Rp 336 juta, yang diduga merupakan setoran para pihak swasta tersebut.

KPK telah menetapkan Suryadman Gidot dan enam orang lainnya sebagai tersangka. Basaria mengatakan, ketujuh orang itu ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK melakukan pemeriksaan dan gelar perkara atas hasil OTT di Bengkayang dan Pontianak, Selasa. Selain Suryadman, tersangka lainnya adalah Kepala Dinas PUPR Bengkayang, Alexius, dan lima orang lain dari pihak swasta, yakni Rodi, Yosef, Nelly Margaretha, Bun Si Fat, dan Pandus. (kps/Tribunnews)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved