Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fakultas Ekonomi dari 8 Universitas Adakan Economics Summit 2019 di Undip Semarang

Para penggiat Kampus Fakuktas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dari 8 Universitas menggalakkan kegiatan tahunan bertajuk Economics Summit.

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: suharno
Istimewa
56 Mahasiswa Fakuktas Ekonomi dan Bisnis dari 8 Universitas mengikuti kegiatan Economics Summit ke-4 2019 di Universitas Diponegoro Semarang, Jumat (6/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para penggiat Kampus Fakuktas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dari 8 Universitas menggalakkan kegiatan tahunan bertajuk Economics Summit di Hall Gedung C FEB Undip, Jumat (6/9/2019).

Kedelapan kampus tersebut yakni Universitas Diponegoro (Undip) Semarang selaku tuan rumah, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Universitas Brawijaya Malang, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Padjadjaran (Unpad) Sumedang.

Ketua pelaksana Economics Summit 2019 Elisabet Sihite mengatakan, pada masing-masing perguruan tinggi yang ada mengusung 1 sub tema yang kemudian dikonferensikan bersama 56 peserta dan dibukukan dalam sebuah buku.

Kedelapan sub tema pada Economics Summit 2019 di antaranya Undip dengan tema (Kesetaraan gender dalam mendorong terciptanya pertumbuhan yang inklusif', Unair (Efektifitas program pemerintah dalam bidang kesehatan guna menunjang kualitas human capital), UI (Peranan sekolah vokasi dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja dan penguasaan keahlian terapan yang mampu diserap kebutuhan industri).

UGM (Meningkatkan budaya literasi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan verbal dan non verbal), Parahyangan (Strategi menghadapi era disrupsi teknologi pada sektor ketenagakerjaan Indonesia), Unbraw (Optimalisasi potensi bonjs demografi sebagai kesempatan memacu percepatan industri kreatif di Indonesia).

Adapula IPB (Menerapkan standar kompetensi kerja nasional yang bersifat komprehensif dalam membangun tenaga kerja Indonesia yang berdaya saing), dan Unpad (Memperbaiki iklim investasi untuk penciptaan lapangan kerja).

Lebih lanjut, hasil dari konferensi 8 sub tema tersebut pada nantinya akan di rekomendasikan dalam sebuah kebijakan kepada pihak Pemerintah Indonesia.

"Nah kebetulan tahun 2019 Undip jadi tuan rumah setelah sebelumnya di UI Unair dan UGM. Selama 4 hari dari tanggal 4 September kemarin para delegasi masing-masing PT 7 orang mendiskusikan subtema yang ada," jelasnya, Jumat (6/9/2019).

Adapun dalam penentuan tema, pihaknya mencoba angkat sebuah tema dari issu-issu yang berkembang saat ini. Setelah berhasil mengangkat sebuah tema Economic Kreatif pada tahun lalu, pihaknya kini mengusung tema Human Capital pada tahun 2019.

Pemilihan sub tema tersebut dimaksudkan sebagai langkah utama dalam menyongsong perkembangan ekonomi yang ada dalam 5 tahun ke depan.

"Untuk 3 tahun terakhir memang belum digunakan oleh pemerintah karena 3 hasil yang ada baru tersampaikan ke pihak pemerintahan. Nah untuk tahun ini kita tentunya berusaha output yang ada jadi dan segera kita sampaikan ke pemerintahan," lanjutnya.

Dengan berjalannya 4 kali kegiatan sudah, pihaknya sangat berharap pada nantinya apa yang bersama-sama canangkan terpilih dan dapat diimplementasikan ataupun digunakan di Indonesia.

"Yang jelas kita berharap bagaimana rekomendasi kebijakan ini bukan semata mata hanya diberikan tapi bisa diimplementasikan di Indonesia sehingga peran sebagai mahasiswa benar-benar terwujud," tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Yulius selaku Asisten Deputi Ketenagakerjaan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Drs Suhartono selaku Staf Ahli Bidang Kerjasama Internasional Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Dr Suharnomo selaku Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, juga Akhmad Syakir Kurnia, selaku Kepala Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, Dr Suharnomo mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut dan berharap apa yang menjadi hasil pada nantinya dapat memberikan manfaat kepada Indonesia.

"Saya dukung penuh, ini kegiatan yang jarang dan bagus. Teruskan," pungkasnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved