Kawasan Budaya di Kota Semarang akan Terintegrasi

Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang kini mulai memikirkan untuk mengintegrasikan Kota Lama dengan kawasan budaya lain di sekitarnya

Kawasan Budaya di Kota Semarang akan Terintegrasi
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Sejumlah anak terlihat asyik mengayuh sepeda dan ada yang naik becak pada hari pertama mereka masuk sekolah di kawasan kota lama Semarang, Jawa Tengah, Senin (15/7). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kawasan budaya yang ada di Kota Semarang akan terintegrasi.

Setelah Kawasan Kota Lama dibangun dengan menambahkan ornamen-ornamen untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kota Lama, Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang kini mulai memikirkan untuk mengintegrasikan Kota Lama dengan kawasan budaya lain di sekitarnya yakni Kawasan Pecinan, Kampung Arab, dan Kampung Melayu.

"Beberapa kawasan budaya tersebut akan direhabilitasi dan direvitalisasi. Konsepnya nanti akan terintegrasi mulai dari Kota Lama-Pecinan-Kampung Arab-Kampung Melayu," sebut Sekretaris Distaru Kota Semarang, Irwansyah, Jumat (6/9/2019).

Irwansyah menyebut, saat ini rencana revitalisasi kawasan budaya tersebut masih dalam tahap awal penyusunan masterplan.

Untuk menuju proses pembangunan masih membutuhkan waktu yang cukup lama, seperti Kawasan Kota Lama yang juga disiapkan sejak 2016 hingga selesai pembangunan pada 2019.

"Seperti kota lama kan tidak tiba-tiba langsung bagus, butuh waktu. Kami harap target secepatnya. Mudah-mudahan tahun ini masterplan selesai. Pembuatan detail engineering desain (DED) pada 2020 dan pembangunan mulai 2021. Semoga saja bisa lebih cepat," paparnya.

Dalam melakukan kajian pembangunan, Irwansyah akan mencari artefak atau benda cagar budaya di setiap kawasan dan menggali cerita sejarahnya.

Benda cagar budaya yang ditemukan nanti akan menjadi ciri khas kawasan tersebut.

"Kawasan Pecinan masih banyak bangunan yang mempunyai nilai sejarah, seperti yang terlihat yaitu beberpa klenteng di sejumlah titik. Selain itu adanya gudang gula di Pecinan dan masjid-masjid di Kampung Arab," sebutnya.

Terkait dengan anggaran, dia belum dapat memastikan besarannya. Pihaknya akan mencarikan dana baik ke Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi.

Sementara itu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, beberapa waktu lalu Pemkot Semarang telah menandatangani keputusan empat kawasan d iantaranya Kota Lama, Pecinan, Kampung Melayu, dam Kampung Arab sebagai cagar budaya nasional.

Artinya, karena sudah menjadi cagar budaya nasional, pembangunan harus ditata sesuai perundang-undangan cagar budaya yang ada.

"Dengan adanya perhatian itu, kami sudah menyampaikan kepada Distaru mempersiapkan masterplan untuk tiga kawasan. Kami akan teruskan pembangunam sampai akhirnya kawasan ini akan menjadi tempat yang cantik dan ciamik. Saya optimis 2021 mulai kami genjot untuk tiga kawasan tersebut," kata Hendi, sapaan akrabnya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved