Kemenaker Gelontorkan Rp 2,39 Miliar untuk Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja Purbalingga

Kabupaten Purbalingga mendapatkan Program Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja dan Produktivitas (PKTKP) bagi calon tenaga kerja/mandiri

Kemenaker Gelontorkan Rp 2,39 Miliar untuk Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja Purbalingga
ISTIMEWA
Pembukaan Angkatan V dan Penutupan Angkatan IV di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinaker Purbalingga, Jumat (6/9). 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Kabupaten Purbalingga mendapatkan Program Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja dan Produktivitas (PKTKP) bagi calon tenaga kerja/mandiri dari Sumber Dana APBN Kementerian Ketenagakerja RI 2019.

Program yang ditunjang dengan anggaran sebanyak Rp 2,39 miliar ini akan menjangkau 38 paket pelatihan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Dinaker) Purbalingga Gunarto menyampaikan terimakasih kepada Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bandung (Kemnaker RI) yang telah menggelontorkan paket latihan kerja tersebut ke Purbalingga.

Pada Angkatan V ini,  jumlah pendaftar pelatihan sebanyak 142 orang, namun yang lolos hanya 64 orang atau 43 persen. Sehingga 56 persen sisanya terpaksa tidak bisa mengikuti kegiatan. 

"Untuk itu dengan hormat kepada BBPLK Bandung untuk tahun 2020 dapat diberikan paket yang lebih banyak, yakni  75 paket, mudah mudahan bisa direalisasikan,” ungkap Gunarto pada acara Pembukaan Angkatan V dan Penutupan Angkatan IV di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinaker Purbalingga, Jumat (6/9).

38 Paket latihan kerja dari APBN tahun ini bisa menampung 608 orang karena masing-masing kelas kejuruan hanya dapat diikuti 16 orang.

Sebanyak 38 paket tersebut juga dibagi ke beberapa kejuruan, diantaranya Processing (olahan makanan) 8 paket, Garmen Apparel 5 paket, Teknik Otomotif Sepeda Motor 5 paket, Teknik Las 4 paket, TIK Operator Komputer 5 paket,  Teknik Refigerasi 4 paket, Tata Rias 3 paket, dan TIK Disain Grafis 4 paket.

Pelatihan kerja berbasis kompetensi ini bertujuan untuk menyediakan tenaga kerja berkompeten di bidangnya sesuai kebutuhan dunia usaha, dan dunia industri. 

Dari pelatihan itu diharapkan tercipta calon wirausaha mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. 

Sementara itu, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi berharap tahun yang akan datang paket-paket pelatihan bisa diperbanyak mengingat antusiasme pendaftar yang tinggi. 

Pemkab Purbalingga saat ini sedang berjuang keras menangani masalah mendasar semisal pengangguran. Karenannya DInaker memiliki beberapa program antara lain program Magang ke Jepang dan kegiatan pelatihan di BLK.

Bupati berpesan pada peserta pelatihan tentang 3 hal yang harus dimiliki mereka untuk dapat bersing di dunia usaha, meliputi skill atau keterampilan yang bisa didapat dari pelatihan di BLK ini, Knowledge atau pengetahuan bisa didapat dari pendidikan formal informal dan Behaviour atau perilaku.

“Meskipun punya skill dan knowledge  tanpa behavior maka tidak ada gunannya,” katanya.(*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved