Membuat Mesin Serut Bambu Multifungsi 3 in 1, Warga Karanganyar Raih Penghargaan Kemenristekdikti

Eko Handoyo warga Desa Salam Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar meraih penghargaan Anugerah IPTEK dan Inovasi Nasional Labdha Kretya 2019.

Membuat Mesin Serut Bambu Multifungsi 3 in 1, Warga Karanganyar Raih Penghargaan Kemenristekdikti
Istimewa
Eko Handoyo saat menerima penghargaan anugerah dari Menristekdikti, Mohamad Nasir. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Eko Handoyo warga Desa Salam Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar berhasil meraih penghargaan Anugerah IPTEK dan Inovasi Nasional Labdha Kretya 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Adapun Eko sapaan akrabnya meraih peringkat pertama sub kategori kerekayasaan dalam ajang tersebut.

Penghargaan diberikan langsung oleh Menristekdikti, Mohamad Nasir kepada Eko Handoyo bertepatan dengan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) di Denpasar Bali, Rabu (28/8/2019) lalu.

"Pengembangan mesin (serut bambu multifungi 3 in 1) mulai 2016. Di daerah saya (Karangpandan) banyak potensi bambu. Di sisi lain banyak permintaan tusuk sate. Permintaan banyak tapi stok kurang. Setelah dipelajari ternyata masalahnya alat produksi. Sehingga membuat mesin serut multifungsi," kata Eko Handoyo kepada Tribunjateng.com seusai menghadiri acara Kreativitas dan inovasi (Krenova) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (6/9/2019).

Ia menjelaskan, mesin tersebut dapat menipiskan bambu, mencacah menjadi 4 potong dan membulatkan potongan.

Eko yang juga pengrajin tusuk sate mengaku apabila dulu masih konvensional dalam membuat tusuk sate, sekarang dengan menggunakan alat mesin serut lebih efisien waktu dan produksinya bisa banyak.

"Mesin sudah diperjual belikan seharga Rp 8 juta untuk satu unit. Saat ini juga masih proses pengajuan paten. Kan itu lumayan lama. Kita juga difasilitasi Pemkab dan Pemprov, karena banyak hal yang harus dirivisi," terangnya.

Dalam acara Krenova Kabupaten Karanganyar 2019, Eko juga menjadi pembicara dihadapan para peserta Krenova yang kebanyakan terdiri dari para pemuda.

Ia juga mengajak para peserta lomba untuk terus mengembangkan inovasi yang mereka buat, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang hadir dalam kesempatan itu juga memberikan apresiasi kepada Eko Handoyo atas pencapaiannya.

Kepada para peserta Krenova ia berpesan untuk terus menumbuhkan motivasi dan berkreasi.

"Teruslah belajar, pemerintah bertugas memfasilitasi dan mendampingi. Serta menemukan orang-orang kreatif.," katanya.

Ia berharap dengan Krenova ini dapat menjadi pembuka pintu menuju jalan kesuksesan.

"Setiap orang harus punya motivasi, mencari sesuatu untuk dikembangkan. Mumpung masih muda tolong kreatif. Tidak usah gengsi," ungkapnya. (Ais)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: suharno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved