Optimis Penuhi Target 100 Bank Wakaf Mikro, OJK Ingin Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui penyediaan akses keuangan bagi seluruh lapisan

Optimis Penuhi Target 100 Bank Wakaf Mikro, OJK Ingin Tingkatkan Ekonomi Rakyat
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santo, saat menghadiri peresmian Bank Wakaf Mikro Apik di Pesantren Apik Kaliwungu, Kendal, Jumat (6/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui penyediaan akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat melalui program Bank Wakaf Mikro (BWM).

Adapun sampai saat ini, dari jumlah 52 Bank Wakaf Mikro yang tersebar di seluruh Indonesia, jumlah nasabah total sekitar 19.543 nasabah.

Terdiri dari beberapa sektor jenis usaha semuanya ada, seperti berjualan gorengan, tukang kupas bawang, dan masih banyak lagi lainnya.

Hadir dalam peresmian Bank Wakaf Mikro Apik di Pesantren Apik Kaliwungu, Kendal, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menjelaskan, skema dalam Bank Wakaf Mikro merupakan terobosan baru yang dirancang sesuai kebutuhan dan kemampuan masyarakat kecil.

Karena pembiayaan yang diberikan cukup murah dengan margin hanya 3 persen per tahun dan mudah tanpa agunan.

"Hingga Juli 2019, terdapat 52 Bank Wakaf Mikro yang tersebar di 15 Provinsi dengan nilai total pembiayaan Rp 24,9 miliar, untuk 19.543 nasabah yang terdiri dari 2.374 kelompok usaha masyarakat sekitar pesantren Indonesi (Kumpi)," jelas Wimboh Santoso, pada Tribunjateng.com, Jumat (6/9/2019).

APTI : Kenaikan Cukai Rokok Bisa Matikan Ekonomi Jutaan Petani Tembakau di Indonesia

Musim Hujan di Kabupaten Sragen Diperkirakan Awal November 2019

Tangan Tiruan Buatan Mahasiswa Poltekkes Surakarta Raih Juara I di Ajang Krenova Karanganyar 2019

Begini Cara Bupati Batang Wihaji Promosikan Sarung Batik Rifaiyyah pada Wapres JK

Provinsi Jawa Tengah saat ini memiliki Bank Wakaf Mikro sebanyak 11 Bank, dengan maksimal pinjaman bergantung jenis usahanya.

Seperti contoh jualan nasi uduk Rp 1 juta sudah besar kecuali kalau mau membuat warung nasi uduk.

Namun sampai saat ini pinjaman paling besar Rp 5 juta.

Pihaknya optimis target 100 Bank Wakaf Mikro bisa terpenuhi dan ini sebagai memicu semangat.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved