Wakil Bupati Pati Berkomitmen Kembangkan Potensi Wisata Jeruk di Desa Soneyan

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin berkunjung ke lokasi wisata petik jeruk Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kamis (5/9/2019).

Istimewa
Wakil Bupati Pati Saiful Arifin memetik buah jeruk di Wisata Petik Jeruk Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kamis (5/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin berkunjung ke lokasi wisata petik jeruk Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kamis (5/9/2019).

Didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati Muchtar Effendi dan jajarannya, Saiful Arifin berdiskusi dengan para petani jeruk.

Menurut Safin, panggilan akrabnya, di Desa Soneyan budidaya jeruk memang sedang marak dan berkembang.

Untuk itu, pihaknya berupaya mendengarkan pendapat para petani mengenai apa saja yang bisa dilakukan untuk mengembangkan potensi wisata dan budidaya jeruk.

"Saya ingin dinas terkait memahami apa yang menjadi keluhan-keluhan mereka. Terlebih, petani ini, kan, memang butuh pendampingan," ujarnya saat diwawancarai usai diskusi.

Dari hasil pantauannya, Safin menyebut, kondisi wisata petik buah jeruk ini sudah baik. Hal ini ditunjang dengan pengembangan wisata melalui promosi secara online.

"Saya sangat mengapresiasi. Dan saya berharap di Pati semakin banyak hal seperti ini. Sehingga, dari hal tersebut menghasilkan nilai ekonomi yang kemudian ujung-ujungnya, kita dorong para petani ini agar berdulat," imbuhnya.

Dengan petani yang berdaulat, lanjut Safin, ia bermaksud agar petani ke depannya mendapatkan hasil yang sesuai harapan. Inti dari semuanya adalah bagaimana agar petani ini sejahtera.

Safin mengatakan, pemerintah memang perlu memberikan berbagai bentuk pendampingan.

"Nanti mungkin dapat kita bantu memasarkan atau mempromosikan. Kemudian dinas terkait bisa melakukan antisipasi terhadap penyakit-penyakit pada tanaman jeruk," ucapnya.

Safin juga mengimbau agar potensi jeruk di Desa Soneyan jangan sampai dibiarkan. Artinya, apabila tanaman jeruk di lokasi wisata ini sudah lama atau tua, perlu direaktivasi atau ditanam lagi pohon-pohon jeruk baru.

Tak hanya itu, Safin juga memikirkan kemungkinan koneksi dengan industri. Ia mengaku akan berupaya menghubungkan petani setempat dengan industri yang membutuhkan bahan baku jeruk.

"Nanti coba kita komunikasikan. Sebab, kalau mau masuk ke industri kan bahan bakunya mesti banyak. Kalau memang dirasa sudah banyak, nanti kita cari produsen-produsen yang membutuhkan bahan baku jeruk. Itu yang perlu kita kuatkan," pungkasnya. (Mazka Hauzan Naufal)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved