Haris Azhar Sebut Pemerintah Takut Suara Kritis soal Papua

Direktur Lokataru, Haris Azhar menyayangkan pemblokiran internet di Papua.Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber di ILC

Haris Azhar Sebut Pemerintah Takut Suara Kritis soal Papua
KOMPAS.com/Devina Halim
Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar usai acara diskusi bertajuk Dwifungsi Disfungsi TNI di Kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019). 

Haris Azhar khawatir jika dengan pemblokiran internet, maka suara-suara kritis akan terbungkam.

"Saya khawatir, ada suara sedikit, ada kritik sedikit, waktu 21-22 internet di matikan, di papua juga, jadi kegagalan negara menangani situasi berdampak luas pada masyarakat," ujarnya.

Haris Azhar menyarankan agar pemerintah tidak melakukan pemblokiran internet, tetapi lebih menggunakan internet sebagai lata penyampaian informasi yang benar.

"Kalau memang internet sebagai alat, semestinya pemerintah membanjiri peristiwa terkini dan apa yang harus dilakukan," ujarnya.

Haris Azhar menyebut bahwa suara rakyat dibungkam dan tidak ada dialog.

"Suara mereka (papua) tidak sampai, ketika menggunakan sarana informatika, dilemahkan, gimana mau dialog kalau sarana komunikasinya dibunuh," ujarnya.

Haris Azhar mengatakan jika negara muncul dengan kebijakannya dan rencana maka itu akan luar biasa, sehingga anggapan-anggapan yang keliru tentang Papua bisa musnah.

"itu akan membunuh hasrat-hasrat jahat yang selama ini kita anggap ada di orang papua, ini kan pikiran kotor kita di Jakarta," ujarnya.

Sementara itu, di acara Mata Najwa yang tayang pada (4/9), wiranro menjelaskan atas kebijakan pemblokiran internet di Papua.

Najwa Shihab kemudian menyinggung soal kesimpangsiuran informasi soal jumlah korban akibat bentrok yang terjadi.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved