Haris Azhar Sebut Pemerintah Takut Suara Kritis soal Papua

Direktur Lokataru, Haris Azhar menyayangkan pemblokiran internet di Papua.Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber di ILC

Haris Azhar Sebut Pemerintah Takut Suara Kritis soal Papua
KOMPAS.com/Devina Halim
Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar usai acara diskusi bertajuk Dwifungsi Disfungsi TNI di Kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019). 

"Kemudian ada 6 dari masyarakat yang meninggal, kemudian dari Papua Barat hanya ada yang luka-luka tidak ada yang meninggal," ungkap Wiranto.

Najwa Shihab lantas menunjukkan data yang berbeda.

"Ada infromassi dari gereja kesuskupan Timika, bahwa masyarakat Deiyai yang meninggal ada 8 orang Pak, jadi itu informasi yang berbeda yang adna dapatkan dari kepolisian Pak?" ujar Najwa Shihab.

wiranto tampak menghela napas panjang.

"Iya memang ada simapng siur informasi, bahwa ada masjid yang dibakar, padahal nggak ada, masyarakat terbunuh sekian banyaknya padahal tidak, mari kita percaya informasi dari petugas keamanan yang bertugas di situ," ujar Wiranto.

Najwa Shihab kemudian menyoroti soal aksi pelemotan jaringan internet di Papua.

"Soal pembatasan internet ini juga menjadi sorotan tajam," kata Najwa Shihab.

"Dan kalau melihat sebelumnya pun pemerintah sempat mengambil langkah ini ketika kasus di Jakarta, pascapemilu."

"Apakah memang akan menjadi 'senjata' negara begitu, setiap menghadapi kerusuhan internet akan dibatasi?" tanya Najwa.

Wiranto lantas menjelaskan bahwa tindakan pembatasan internet bukan 'senjata'.

"Itu bukan 'senjata', bukan cara terbaik, kita sangat menyesalkan dan minta maaf kalau itu kita lakukan," ujarnya.

Wiranto menyebut bahwa internet merupakan denyut nadi masyarakat.

"Tapi ingat ya, bahwa internet saat ini merupakan bagian dari denyut nadi kehidupan masyarakat," ujarnya.

Wiranto lantas mengatakan bahwa ada dampak positif dan negatif dari internet.

"Kita paham betul karena dengan internet itu kita memajukan pendidikan, bisa membantu pemerintah bisa membuat keputusan yang cepat, pelayanan publik yang lebih cepat lagi, perdagangan lebih lancar, ekonomi meningkat" ucapnya.
Selain menyebutkan kelebihan internet, Wiranto juga menyoroti dampak negatifnya

"Tetapi sayangnya internet tidak bisa kita pisahkan dari komunikasi-komunikasi untuk kejahatan, terorisme, narkoba, sekarang menyangkut rakyat, menyangkut hal-hal yang anarkis," ujarnya.

Wiranto khawatir dengan adanya internet masalah justru tidak terselesaikan.

"Itu juga menggunakan perangkat yang sama, alat yang sama, memang sangat dilematis, kalau kita biarkan maka penggunaan internet akan membuat masalah tidak terselesaikan."

"Bahkan lebih luas lagi berkembang, maka dengan sangat menyesal sementara kita lemotkan, tidak kita tutup, kita lemotkan," ujarnya.

Pelemotan internet bertujuan agar tidak ada berita hoax yang berkembang.

"Agar pemberitaan-pemberitaan, gambar-gambar bisa kita cegah untuk menjadi sumber masalah, hoaks, berita-berita provokasi, sementara bisa kita redam."

"Dan nyatanya memang seperti itu, tapi itu kan hanya sementara, pada saat kondusif, sudah bagus, kita akan aktifkan kembali," ungkap Wiranto. (*)

DETIK-DETIK Pembunuhan Pengantin Baru, Menurut Saksi Mata dan Ibu Pelaku

Dibya K Hidayat: Perlu Kiranya Kelonggaran Waktu KPR, Bisa Diperpanjang Semisal Hingga 30 Tahun

UPDATE Cerita Horor KKN di Desa Penari: Penampakan Darungan, Kampung yang 10 Tahun Tak Dihuni

Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved