Over Kapasitas Hingga 3 Kali Lipat, Lapas Kedungpane Jadi Perhatian

Jumlah itu jauh dari melebihi kapasitas maksimum yang idealnya hanya menampung sekitar 630-an napi

Over Kapasitas Hingga 3 Kali Lipat, Lapas Kedungpane Jadi Perhatian
Tribunjateng.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Lapas Kedungpane 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kedungpane Semarang, Triwibowo menjelaskan, saat ini jumlah narapidana yang mendekam di sel tahanan kelas I Semarang tersebut berjumlah 1.900-an orang.

Jumlah itu jauh dari melebihi kapasitas maksimum yang idealnya hanya menampung sekitar 630-an napi.

Hal tersebut nampaknya menjadi perhatian yang disinyalir sebagai salah satu faktor turunnya intensitas kewaspadaan dengan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas.

"Bisa dihitung kan 1.900 yang ada dengan kapasitas daya tampung 630. Dan juga 60-70 persen napi merupakan kasus narkotika baik pengedar maupun bandar," jelasnya.

Saat ditanya apakah hal tersebut menjadi salah satu faktor maraknya jaringan pengedaran narkotika yang dikendalikan dari dalam lapas?

Menurutnya hal itu berawal dari lepasnya pantauan penjagaan terhadap barang-barang yang masuk dari luar.

Pihaknya juga menyayangkan manakala sebuah handphone dapat lolos dari pemeriksaan dan sampai ke tangan para napi.

"Ini terus diperhatikan karena begitu lolos boleh jadi senjata tajam bisa masuk," tambahnya.

Meski begitu, ia berjanji akan terus meningkatkan antisipasi dengan bersinergi kepada pihak kepolisian dan juga meningkatkan pengamanan dan pemeriksaan ke depannya.

"Pengecekan kamar rutin 1 minggu 2 kali semua petugas turun. Dilakukan penggeladahan terkait informasi yang masuk. Semua kita tingkatkan ke depan sehingga HP juga tidak dapat masuk kembali," katanya.

Selain itu, ia juga membenarkan bahwa tersangka pengendali jaringan narkotika atas nama MR alias Memble yang diseret kembali oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah, Kamis (5/9/2019) kemarin benar merupakan napi di lapas Kedungpane.

Katanya, MR hanya bermodalkan sebuah telepon genggam yang lolos dari penggeladahan untuk membuat jaringan pengedaran narkotika.

"Soal HP kenapa bisa masuk, tentunya kalau kita tahu pasti kita amankan. Namun ke depan pengawasan akan kita tingkatkan supaya bisa memutus hal tersebut (pengendalian jaringan narkotika dalam lapas)," pungkasnya. (Sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved