38 Bidan di Kabupaten Pekalongan Dikukuhkan Jadi Bidan Delima

Sebanyak 38 bidan dikukuhkan menjadi Bidan Delima di Auditorium UMPP, Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (7/9/2019).

38 Bidan di Kabupaten Pekalongan Dikukuhkan Jadi Bidan Delima
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Pengukuhan Bidan Delima dilaksanakan dalam peringatan HUT ke-68 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Auditorium UMPP, Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Sabtu (7/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sebanyak 38 bidan dikukuhkan menjadi Bidan Delima.

Pengukuhan dilaksanakan pada peringatan HUT ke-68 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Auditorium UMPP, Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (7/9/2019).

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Pekalongan, Nuning Arsianingsih mengatakan Bidan Delima adalah sistem standarisasi kualitas pelayanan bidan praktik mandiri, dengan penekanan pada kegiatan monitoring, evaluasi serta kegiatan pembinaan, pelatihan yang rutin dan berkesinambungan.

"Harapan ke depan semua bidan bisa melakukan dengan baik pelayanan praktek mandiri. Selain peringatan HUT IBI ke-68, juga diisi seminar tentang optimalisasi pemenuhan kebutuhan kesehatan reproduksi wanita dalam pelayanan kebidanan melalui kesehatan jiwa dan pencegahan stunting melalui kesehatan reproduksi wanita yang optimal dan berkualitas," kata Nuning kepada Tribunjateng.com.

Jumlah bidan di Kabupaten Pekalongan sekitar 980-an.

Dari jumlah tersebut baru 80% yang sudah menjadi PNS.

"Bagi bidan yang belum menjadi PNS jangan berkecil hati, tetap semangat dan berusaha agar ke depan bisa mengikuti jejak bidan yang lain yang sudah menjadi PNS," terangnya.

Pihaknya berharap kepada Bidan Delima yang baru saja dilantik agar selalu meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat demi menekan tingkat inflasi kematian ibu dan anak khususnya di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro mengungkapkan profesi bidan punya banyak tantangan.

Tidak hanya membantu persalinan tapi juga dapat menjadi mitra bagi perempuan, khususnya di daerah.

"Bidan harus mampu menguasai berbagai keterampilan. Seperti penguasaan teknologi kesehatan. Saya juga berharap bidan delima yang baru dikukuhkan bisa meningkatkan kualitas pelayanan dan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)," tambahnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved