Ini 3 Langkah Kesuksesan Implementasi Literasi di Kota Tegal

Haris Iskandar mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kota Tegal dalam meningkatkan budaya literasi di masyarakat.

Ini 3 Langkah Kesuksesan Implementasi Literasi di Kota Tegal
IST
Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi menjadi narasumber dalam puncak Peringatan Hari Aksara Internasional ke- 54 di Lapangan Karebosi, Makassar, Jumat (6/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Haris Iskandar, mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kota Tegal dalam meningkatkan budaya literasi di masyarakat.

Melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti, Pemkot Tegal dinilai memberikan peningkatan persentase melek huruf nasional hingga lebih dari 98 persen.

Pujian itu disampaikan Haris dalam puncak Peringatan Hari Aksara Internasional ke- 54 di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (6/9/2019).

Atas capaian itu, Pemkot Tegal diberi kesempatan menjadi narasumber tentang pembangunan budaya literasi dalam acara tersebut.

Menurut Haris, keberhasilan melek huruf nasional hingga 98 persen adalah bukti adanya sinergi semua elemen masyarakat.

Termasuk pemerintah daerah, pegiat literasi hingga CSR yang tersebar di seluruh nusantara.

"Melek huruf nasional sekarang lebih dari 98 persen. Kita ingin menekan lebih rendah lagi sampai zero buta aksara. Kalau semua pemimpin seperti di Kota Tegal dan Sumedang, tidak harus menunggu 2030. Mungkin bisa lebih cepat," katanya.

Selain Kota Tegal, kegiatan tersebut juga menghadirkan Bupati Sumedang sebagai narasumber.

Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi menyebutkan, ada tiga langkah yang dilakukan Pemkot Tegal dalam kebijakan implementasi literasi di masyarakat.

Tiga langkah tersebut yaitu peningkatan pojok baca melalui peningkatan anggaran dan pemenuhan sarana, pemberdayaan budaya baca di tiap kelurahan, dan pengembangan nilai fungsi berupa tuntas baca- tuntas cerdas.

"Implementasi literasi masyarakat sesuai dengan smart city. The city of innovation, di mana dalam satuan PAUD dan Dikmas ada pojok baca. Apalagi ada kampung jobfair atau CRD, wisata literasi baca hingga pojok IT," katanya. (fba)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved