Kekurangan Air Bersih, Warga Siberuk Pekalongan Ngangsu ke Tengah Hutan Pinus Sejauh 2 Kilometer

Pagi itu, mereka harus mengambil air bersih di bukit Si Benda yang terletak di tengah hutan pinus Dukuh Siberuk, Desa Lambanggelun

Kekurangan Air Bersih, Warga Siberuk Pekalongan Ngangsu ke Tengah Hutan Pinus Sejauh 2 Kilometer
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Kekurangan Air Bersih, Warga Siberuk Pekalongan Ngangsu ke Tengah Hutan Pinus Sejauh 2 Kilometer 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Udara pagi masih terasa menusuk tulang.

Sekelompok warga, sebagian besar perempuan tampak berjalan menembus hutan pinus.

Bekal mereka yang dibawa hanya jirigen.

Jalan setapak dengan kondisi medannya, naik turun ditapaki dengan pasti oleh warga.

Pagi itu, mereka harus mengambil air bersih di bukit Si Benda yang terletak di tengah hutan pinus Dukuh Siberuk, Desa Lambanggelun, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Lokasinya berjarak kurang lebih 2 Kilometer dari Padukuhan. Mereka harus mengambil air di mata air tersebut yang lokasinya di tengah hutan pinus, agar anak-anak mereka bisa mandi. Sisanya, air ini akan digunakan untuk kebutuhan air minum dan masak.

Setelah berhasil mengambil air dan memasukkannya ke dalam jirigen ukuran masing-masing 20 liter, perjuangan mereka akan lebih berat. Dengan beban air seberat 40 liter, mereka harus berjalan menanjak naik bukit agar air itu sampai di rumahnya masing-masing.

Terlihat pula, Babinsa Koramil Paninggaran yang ikut membantu puluhan warga binaanaanya untuk mengambil air bersih di sumber mata air.

Khusnul Khatimah (30) warga Dukuh Siberuk, Desa Lambanggelun mengatakan masyarakat pegunungan di Kabupaten Pekalongan, khususnya di Desa Lambanggelun saat ini mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

Pasalnya, debit mata air di wilayah hutan pun kian menyusut drastis akibat musim kemarau berkepanjangan.

Halaman
123
Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved