Analisis Banjir Rob : Penanganan Harus Komprehensif

OMBAK air laut terus memukul pantai hingga mengakibatkan erosi atau abrasi. Secara alam, pantai utara Jawa akan terkena terjangan ombak

Analisis Banjir Rob : Penanganan Harus Komprehensif
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Ilustrasi 

Oleh  DR. Ir. Nelwan, Dipl. HE

Pakar Hidrologi Undip

OMBAK air laut terus memukul pantai hingga mengakibatkan erosi atau abrasi. Secara alam, pantai utara Jawa akan terkena terjangan ombak dari barat laut setiap musim penghujan antara Oktober sampai April.

Pada saat itu angin bergerak dari barat laut ke tenggara lalu otomatis memukul pantai Jawa. Kalau orang Jawa sering menyebutnya angin baratan.

Bisanya terjadi erosi tergantung dari bentuk pantai itu sendiri. Kalau bentuknya demikian rupa secara alam itu justru bisa menangkap endapan malah baik, jadinya bukan erosi tetapi penambahan atau akresi.

Tapi yang kita lihat di Jawa Tengah banyak tempat terjadinya abrasi, ini disebabkan karena gelombang dan juga bentuk pantai.

Kalau bentuknya ada beberapa bagian yang menonjol pasti sebelah timurnya terjadi abrasi. Nah ini misalnya yang terjadi di Tanjung Emas.

Di sana ada bangunan yang menonjol yaitu pemecah gelombang, akibatnya sebelah timurnya terjadi abrasi yaitu wilayah Sayung Demak. Penanganannya harus serius jangan sampai sembrono yang lalu mengabaikan efek-efek abrasi.

Penanganan ini memang tidak bisa kalau hanya sekedar diobrolkan, harus ada penelitian ilmiah yang komprehensif. Studi ini untuk mengetahui kesimpulan apakah abrasi ini mau dibiarkan saja atau ditangani jangka panjang.

Jangan sekadar menjadi proyek membuang uang atau untuk kepentingan politik semata. Kelihatannya pemerintah mengambil inisiatif dengan membuat jalan tol tapi harus juga hati-hati, efeknya pasti akan ke bagian timurnya lagi.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved