Ini Tanggapan Livia Yelazaveta Atlet Binaan PB Djarum Terkait Rencana Setop Audisi Umum

PB Djarum mengambil sikap untuk berhenti menggelar audisi umum penjaringan bibit muda atlet bulutangkis.

Ini Tanggapan Livia Yelazaveta Atlet Binaan PB Djarum Terkait Rencana Setop Audisi Umum
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Seorang melintas di halaman GOR Djarum Jati Kudus 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – PB Djarum mengambil sikap untuk berhenti menggelar audisi umum penjaringan bibit muda atlet bulutangkis.

Tahun ini, ujar Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, merupakan ajang audisi umum terakhir.

Audisi yang digelar sejak 2006 itu tak ada lagi pada 2020. Hal itu menimbulkan kekecewaan oleh para atlet binaan PB Djarum.

Satu di antara atlet tersebut yaitu Livia Yelazaveta Salim Soegianto.

Perempuan 16 tahun itu sejak 2014 itu bergabung dengan PB Djarum melalui audisi umum. Dia menyayangkan adanya keputusan berhenti menggelar audisi umum.

“Harusnya jangan diberhentiin, biar anak-anak dari luar bisa masuk sini. Soalnya di sini bakatnya diasah, terus dapat fasilitas enak,” ujar Livia di GOR Djarum Jati Kudus, Senin (9/9/2019).

Atlet lainnya, Ruzana, mengatakan hal senada. Dia meminta agar polemik yang terjadi antara KPAI dengan PB Djarum bisa mengecewakan banyak anak yang hendak masuk ke klub yang sudah berusia 50 tahun.

Apalagi, di klub itu sudah menetaskan nama-nama atlet bulu tangkis yang juara di kancah dunia. Misalnya Hariyanto Arbi, Liem Swie King, Tontowi Ahmad, dan Liliyana Natsir.

“Semoga KPAI bisa melihat lebih jelas lagi. Saya kaget ada keputusan diberhentikan. Masuk sini susah,” ujar Ruzana.

Sementara, satu di antara pelatih PB Djarum, Eko Kuspriyanto mengatakan, tak ada lagi audisi umum membuat klub PB Djarum akan kesulitan mencari bibit muda unggul.

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved