Megono Kaleng Mulai Dipasarkan, Penawar Rindu Perantau Asal Pekalongan, Cuma Rp 30 Ribu

UMKM binaan Pemkot Pekalongan yang membuat megono kaleng menjelaskan, riset yang dilakukan melibatkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Megono Kaleng Mulai Dipasarkan, Penawar Rindu Perantau Asal Pekalongan, Cuma Rp 30 Ribu
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Rifaah Amini, satu di antara pelaku UMKM binaan Pemkot Pekalongan menunjukan produk megono kaleng dalam Pameran Inovasi dan Kreativitas (PIK) di GOR Jatayu Kota Pekalongan, Senin (9/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Inovasi UMKM di Kota Pekalongan terus berkembang.

Satu di antaranya di bidang kuliner.

Dimana pelaku UMKM binaan Pemkot Pekalongan membuat makanan khas yaitu megono kaleng.

Bahkan megono tersebut bisa bertahan selama berbulan-bulan lamanya, rasa dari megono kalengan juga diklaim tak berubah.

Terobosan megono kaleng itu sudah melalui tahapan riset sejak 2018 lalu.

Kini, pelaku UMKM binaan Pemkot Pekalongan mulai memasarkannya untuk oleh-oleh khas Pekalongan.

Rifaah Amini, satu di antara pelaku UMKM binaan Pemkot Pekalongan yang membuat megono kaleng menjelaskan, riset yang dilakukan melibatkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) serta akademisi.

“Hasilnya megono kaleng layak dikonsumsi, rasa serta kandungan gizinya sama."

'Megono kaleng juga bisa bertahan enam bulan hingga dua tahun,” jelasnya, Senin (9/9/2019).

Rifaah menjelaskan, inovasi tersebut berawal dari permintaan masyarakat Pekalongan yang tinggal di luar daerah.

Halaman
123
Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved