Mengintip Perjuangan Wahab di Kampung Kusta, Keliling Jual Makanan Gunakan Sepeda Tapi Jarang Laku

Bagaimanapun dan harus diakui siapapun, usia tidak bisa dijadikan patokan seseorang untuk bisa terus berjuang melanjutkan hidup.

Mengintip Perjuangan Wahab di Kampung Kusta, Keliling Jual Makanan Gunakan Sepeda Tapi Jarang Laku
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Setiap hari, lelaki 71 tahun ini mengelilingi Kampung Sitanala, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Karangsari, Kabupaten Tangerang atau yang dikenal sebagai Kampung Kusta untuk mencari rezeki. 

TRIBUNJATENG.COM - Bagaimanapun dan harus diakui siapapun, usia tidak bisa dijadikan patokan seseorang untuk bisa terus berjuang melanjutkan hidup.

Buktinya saja kepala Abdul Wahab boleh saja dipenuhi rambut putih.

Tubuhnya juga sudah tua dan renta, tetapi semangatnya tak patut diragukan.

Kakinya masih tetap kuat mengayuh sepeda bututnya.

Sepeda itu dilengkapi keranjang di depan setang berisi buah-buahan segar, mulai dari jeruk hingga semangka.

Tempat duduk belakang sepeda didesain sebagai tempat untuk menaruh panci yang berisi kentang dan umbi-umbian rebus.

Setiap hari, lelaki 71 tahun ini mengelilingi Kampung Sitanala, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Karangsari Kabupaten Tangerang atau yang dikenal sebagai Kampung Kusta untuk mencari rezeki.

Sudah 27 tahun Wahab mengandalkan pekerjaan ini.

Sebagai eks penderita penyakit kusta, tak banyak pekerjaan yang bisa dia lakukan.

Namun, daripada berdiam diri, dia memilih melawan kerasnya hidup.

Halaman
1234
Editor: deni setiawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved