Resmikan Desa Binaan Doesoen Kopi Sirap, Bank BCA Harapkan Bisa Menjadi Objek Wisata

Sebagai salah satu Bank yang turut aktif mendukung program pengembangan potensi ekonomi untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat

Resmikan Desa Binaan Doesoen Kopi Sirap, Bank BCA Harapkan Bisa Menjadi Objek Wisata
Tribunjateng.com/Desta Leila Kartika
prosesi peresmian Doesoen Kopi Sirap yang dilakukan oleh Komisaris Bank BCA, Cyrillus Harinowo, beserta jajaran nya. Kegiatan diakhiri dengan proses panen kopi secara simbolis, Minggu (8/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebagai salah satu Bank yang turut aktif mendukung program pengembangan potensi ekonomi untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

PT Bank Central Asia (BCA) melakukan pendampingan kepada komunitas petani kopi di Desa Binaan Doesoen Kopi Sirap, Kabupaten Semarang.

Setelah dilakukan serangkaian pelatihan dan pendampingan, BCA meresmikan Griya Kopi Doesoen Kopi Sirap, Kabupaten Semarang, Minggu (8/9/2019).

Komisaris Bank BCA, Cyrillus Harinowo menjelaskan, kalau biasanya suatu perusahaan atau organisasi memberikan bantuan ke suatu daerah ada yang hanya memberikan uang saja.

Tetapi BCA tidak ingin seperti itu, pihaknya terjun langsung ke lapangan dan memberikan pembinaan ke masyarakat. Tujuannya supaya dapat menemukan nilai tambah terhadap potensi yang ada.

"BCA memiliki satu divisi bernama CSR (Corporate Social Responsibility), dan pada suatu hari saya mendapat cerita tentang Doesoen Sirap ini.

Saya meminta untuk dipelajari apa yang bisa kami bantu, akhirnya kami putuskan untuk membangun Doesoen Kopi Sirap yang di dalam nya juga ada Griya Kopi," ungkap Cyrillus Harinowo, pada Tribunjateng.com, Minggu (8/9/2019).

Adapun pendampingan yang dilakukan seperti memberikan pelatihan kepada masyarakat atas potensi yang ada disini. Jadi tidak hanya fokus menjual kopi, tapi juga menjadikannya sebagai objek wisata.

Harinowo mengatakan, Doesoen Kopi Sirap memiliki potensi sebagai desa wisata, maka dari itu harus dikembangkan kualitasnya. Jika sudah enak, kemudian nama Sirap dijadikan brand maka harapannya bisa lebih hebat dari yang lainnya.

"Jadi jangan hanya menjual kopi saja, kami coba menjajaki bagaimana kalau menjadi objek wisata tracking. Setelah mendapat ide, kami mulai berpikir potensi apa lagi dan pada akhirnya kami melatih masyarakat untuk menjadi pemandu wisata edukasi kopi," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved