Breaking News:

Soal Audisi Bulutangkis PB Djarum, Kak Seto: yang Dilakukan KPAI Sudah Tepat

Penghentian audisi umum beasiswa bulutangkis PB Djarum tahun 2020 mendatang, mendapat sorotan masyarakat Indonesia.

Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Kak Seto mengisi perayaan Hari Anak Nasional di Pendopo Kabupaten Brebes, Kamis (27/7/2017). 

TRIBUNJATENG,COM, JAKARTA - Penghentian audisi umum beasiswa bulutangkis PB Djarum tahun 2020 mendatang, mendapat sorotan masyarakat Indonesia.

Pasalnya, selama ini PB Djarum dianggap sebagai salah satu pencetak para pebulutangkis andalan Indonesia.

Alasan PB Djarum menghentikan audisi beasiswa bulutangkis tahun depan adalah adanya tudingan eksploitasi anak.

Namun, sebenarnya, apa dan bagaimana anak dapat disebut dieksploitasi?

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi mengatakan, bahwa lembaga dinyatakan telah mengeksploitasi anak bila menggunakan badan anak sebagai iklan.

"Undang-undang No 35 Tahun 2004 telah mengatakan, menggunakan badan anak sebagai iklan itu adalah eksploitasi," kata Seto Mulyadi saat dihubungi Kompas.com, Minggu (8/9/2019) malam.

Kak Seto, panggilan akrabnya, menyatakan, anak-anak tidak boleh dijadikan alat untuk sponsor atau iklan.

Terlebih sesuatu yang diiklankan tersebut adalah hal berbahaya bagi kehidupan mereka, yaitu rokok.

Oleh sebab itu, dia menyayangkan pihak PB Djarum yang telah memasang nama brand rokok di baju yang dikenakan anak-anak saat audisi.

Ia menjelaskan, bila PB Djarum ingin membangun bangsa melalui olahraga, apa salahnya bila tidak memasang nama brand rokoknya di badan anak karena hal itu adalah sesuatu yang bertentangan dengan makna yang akan diajarkan untuk anak.

Penjelasan KPAI soal Penghentian Audisi Bulutangkis PB Djarum

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved