Bupati Asip Berharap Mahasiswa ITSNU Pekalongan Siap Bersaing di Industri 4.0

Mahasiswa Institut Sains Nahdlatul Ulama (ITS NU) diharapkan siap bersaing di era industri 4.0.

Bupati Asip Berharap Mahasiswa ITSNU Pekalongan Siap Bersaing di Industri 4.0
Tribunjateng/ Indra Dwi Purnomo
Satria Yanuar Akbar (tengah) selaku Festival Direktur PRK 2019 dan Candra Saputra anggota DPRD Kabupaten Pekalongan (kanan) 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Mahasiswa Institut Sains Nahdlatul Ulama (ITS NU) diharapkan siap bersaing di era industri 4.0.

Hal tersebut diungkapkan Dr. KH. Hanif Saha yang mewakili PBNU saat menjadi pembicara dalam Stadium General mahasiswa varu ITS NU dan Politeknik Batik Pusmanu Pekalongan, di Aula Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan di Kedungwuni, Senin (9/9/2019).

Ada beberapa hal yg harus dimiliki mahasiwa ITS NU Pekalongan untuk bisa bersaing yaitu berkomitmen, bersemangat, fokus dan inovatif.

Komitmen dan semangat itu gratis, jadi harus dilakukan dengan kesungguhan hati sehingga bisa membangun kualitas atau mutu.

"Jika kita tidak bermutu maka akan memunculkan biaya yang mahal untuk mendapatkan mutu," katanya kepada Tribunjateng.com.

Hanif juga mengungkapkan hal yang juga harus dilakukan adalah melakukan akselerasi atau percepatan.

Sebab di era sekarang tak bedanya kuliah di ITS NU, di Undip atau UGM. Yang membedakan adalah kecepatannya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengucapkan selamat dan sukses untuk para mahasiswa ITS NU Pekalongan.

"Selamat kepada 20 mahasiswa ITS NU Pekalongan dan Pusmanu Pekalongan yang pada hari ini menerima beasiswa. Saya juga akan membantu beasiswa. Insya Allah kami akan memberikan beasiswa untuk 50 anak dengan nilai nominal Rp 5 juta per mahasiswa per tahun, sehingga total Rp 250 juta," ungkapnya.

Dikatakan Bupati Asip pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat apresiatif sekali dan sangat menaruh harapan besar atas berdirinya dua perguruan tinggi yang diinisiasi PCNU.

Hal ini dalam rangka menuju angka 70 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di tahun 2021. IPM di Kabupaten Pekalongan saat ini sudah 68,56. Kami bercita-cita pada akhir tahun 2021 mudah-mudahan IPM kita bisa sampai 70.

"Itu artinya bahwa bisa dipastikan sudah tidak ada lagi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang tidak sekolah," tambahnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved