Ganjar Minta Djarum dan KPAI Duduk Bersama

Penghentian audisi bulutangkis PB Djarum mendapatkan sorotan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Yayan Isro' Roziki
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di sela proses ruwat cukur rambut gimbal di alun-alun Wonosobo, Sabtu (27/7/2019). 

Penghentian audisi bulutangkis PB Djarum mendapatkan sorotan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menuding PB Djarum mengeksploitasi anak lewat audisi umum bulu tangkis demi promosi satu jenama (brand) rokok.

PB Djarum mengambil sikap dengan menghentikan audisi bulutangkis hingga tahun 2020 mendatang.

Di sisi lain, PB Djarum telah mencetak sejumlah atlet-atlet berprestasi tingkat dunia.

Sebut saja Kevin Sanjaya Sukamuljo yang merupakan pasangan Fernaldi Gideon di nomor ganda putra. The Minions, julukan pasangan ini, merupakan ganda putra nomor satu di dunia saat ini.

Lalu, ada Mohammad Ahsan yang berpasangan dengan Hendra 'Dewa' Setiawan. Mereka adalah pasangan gandra putra peringkat kedua dunia.

Belum lagi legenda bulutangkis dengan segudang prestasi. Di antaranya, Liem Swie King, Christian Hadinata, Hariyanto Arbi, dan masih banyak lagi.

Penghentian audisi bulutangkis PB Djarum mendapatkan sorotan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

PB Djarum dan KPAI, kata Ganjar, harus berdialog untuk mencari solusi dan menyelesaikan masalah.

“Pihak yang terkait harus duduk bersama. Mari sama-sama perbaiki yang keliru. Jangan putuskan pembibitan atlit, karena itu lebih penting,” kata Ganjar lewat pesan Whatsapp, Senin (9/9/2019) malam.

Ganjar mendorong agar PB Djarum terus melanjutkan audisi umum bulutangkis. Menurutnya segala persoalan yang dikhawatirkan KPAI bisa didiskusikan.

"Djarum selama ini sudah membantu pembinaan bulutangkis. Saya mendorong agar itu tetap berjalan. Karena itu dalam rangka mencari talenta anak-anak kita khususnya di Jawa Tengah agar jadi champions di badminton," kata Ganjar.

Menurutnya, pembinaan atlet tidak cukup mengandalkan pemerintah. Harus ada dukungan dari pihak swasta.

"Saya menggandeng swasta itu kesulitan, yang sudah ada bagus, malah mau dihentikan," kata politikus PDIP ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved